12 December 2019, 20:04 WIB

Pengosongan Lahan Tamansari Bandung Ricuh


Eriez M Rizal | Nusantara

Antara
 Antara
Satu rumah terbakar saat proses pengosongan lahan di Tamansari Bandung

PROSES pengosongan lahan di Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, sempat ricuh dan diwarnai tembakan gas air mata, Kamis (12/12). Lantaran, massa yang mengatasnamakan warga Tamansari itu menahan alat berat.

Kericuhan tidak berlangsung lama karena polisi mengamankan situasi. Pengosongan lahan pun berjalan tertin dan lancar dikawal petugas Satpol PP.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswendi menuturkan, Pemkot Bandung telah memberi kelonggaran waktu bagi sebagian warga yang bertahan di Tamansari, namun tidak dimanfaatkan dengan baik. Dilokasi penggusuran Tamansari sebagian besarnya sudah pindah ke Rusunawa Rancacili. Hanya tersisa 11 warga yang masih bertahan.

''Kami sudah bayangkan masalah itu, kami pikirkan, pemerintah sifatnya regulasi. Sudah kita pikirkan dan diberi ruang longgar, tapi warga tak memanfaatkan baik dan benar,'' katanya.

Sementara itu, perwakilan kuasa hukum warga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Rifki Zulfikat sempat berdebat dengan Satpol PP yang akan melakukan penertiban.
Dia menilai eksekusi lahan tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum. Pasalnya, warga sudah membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait izin lingkungan pembangunan rumah deret dan saat ini proses hukum sedang berjalan.

Dia menegaskan, pembongkaran dan pengosongan isi rumah warga Tamansari dilakukan secara paksa, dadakan, dan tanpa pemberitahuan waktu yang jelas. Selain itu, dia menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi selama proses penertiban.

''Akses menuju rumah warga dirusak. Warga yang belu, setuju, sudah kena bongkar rumahnya. Itu tindakan sangat serampangan yang dilakukan aparat Satpol PP. Di proses ini, serangkaian kekerasan terjadi. Yang menjadi korban proses pembangunan ini adalah warga yang masih bertahan,'' kata Rifki. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT