12 December 2019, 20:03 WIB

Bupati Bogor Ade Yasin Dukung Borderline Economic Summit (BES)


mediaindonesia.com | Nusantara

BUPATI Bogor Ade Yasin, menyebutkan bahwa Borderline Economic Summit (BES) sebetulnya sudah ada sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Bogor pada akhir tahun 2018. Namun, BES saat itu merupakan kepanjangan dari Bogor Economic Summit, yang hanya melibatkan Kota dan Kabupaten Bogor.

"Sekarang kita perluas jadi 12 daerah, Kota dan Kabupaten Bogor dengan daerah-daerah yang berbatasan," tutur Ade Yasin dalam sambutannya pada acara BES 2019 di Royal Tulip Gunung Geulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12).

Setidaknya ada delapan isu strategis dibawa Pemkab Bogor dalam BES 2019, mulai dari infrastrukur hingga pengembangan kawasan wisata yang berkaitan dengan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Isu pertama, yaitu pembangunan Jalur Poros Timur Tengah (PTT) atau Jalur Puncak Dua. Kedua, pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada simpul angkutan masal Light Rapid Transit (LRT).

Ketiga, mengenai pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada simpul Kereta Api. Keempat, membahas pembangunan Jalan Khusus Tambang. Kelima, mengenai pengembangan Twin Geopark Pongkor-Ciletuh.

Keenam, menyepakati penanganan daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi. Ketujuh, membahas penghubung antara Tol Cimanggis-Cibitung. Kedelapan yaitu mengenai pengendalian banjir di kawasan hulu. (OL-09)

BERITA TERKAIT