12 December 2019, 17:39 WIB

Trase LRT-MRT Berhimpit,Dishub Diminta Koordinasi Intregrasi Moda


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Risky Andrianto
 Antara/Risky Andrianto
Pembangunan jalur LRT Bodetabek

DINAS Perhubungan DKI Jakarta diminta segera berkoordinais untuk menentukan pola integrasi antarmoda, terutama setelah beroperasinya moda raya terpadu (MRT) dan lintas rel terpadu (LRT).

Anggota DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan, koordinasi itu perlu dilakukan karena berhimpitannya trase LRT koridor 2 Pulo Gadung-Kebayoran Lama dengan rute MRT timur-barat Cikarang-Balaraja.

"Ya harus berkoordinasi itu. Tentunya mereka pihak-pihak itu akan berkoordinasi ya," ungkap Pandapotan.

Pandapotan menegaskan pihaknya mendukung penuh Pemprov DKI untuk membangun moda transportasi yang terintegrasi.

Hal ini untuk memastikan agar penyediaan transportasi yang memadai ada untuk masyarakat Jakarta.

Baca juga : 150 Ribu Penumpang MRT Sulit Tercapai jika Tarif Parkir Tak Naik

"Kami sudah mendukung itu dengan menyetujui anggaran. Ini harus segera direalisasikan baik MRT maupun LRT," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melalui Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo menyebut berhimpitannya trase MRT timur-barat dengan LRT Koridor 2 Pulo Gadung-Kebayoran Lama harus diatasi dengan cara memindahkan salah satu trase.

Heru pun menyebut sebaiknya trase LRT yang dipindahkan karena belum ada studi kelayakannya. Hal itu menimbang jika MRT yang pindah trase akan membutuhkan waktu yang lama karena harus membuat kajian terlebih dulu.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo teguh pada pendiriannya bahwa LRT tidak bisa dipindahkan. Sebaliknya, MRT yang harus memindahkan trasenya ke Harmoni atau Sawah Besar guna menampung permintaan penumpang yang tinggi di sana.(OL-7)

BERITA TERKAIT