12 December 2019, 16:59 WIB

150 Ribu Penumpang MRT Sulit Tercapai jika Tarif Parkir Tak Naik


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Kereta MRT di Stasiun Lebak Bulus

PT MRT Jakarta mendorong agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyegerakan penetapan kenaikan tarif parkir di ibu kota sebagai salah satu instrumen pengendalian kendaraan pribadi.

Hal itu guna mendorong peningkatan jumlah penumpang MRT yang saat ini rata-rata mencapai 90 ribu perhari menjadi 150 ribu penumpang perhari seperti yang ditargetkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Ya harus ada instrumen lain guna mendukung pengendalian kendaraan pribadi. Kami minta untuk kenaikan tarif parkir disegerakan," ungkap Direktur Operasional PT MRT Jakarta Muhammad Effendy ditemui di Jakarta, Rabu (11/12).

Menurutnya, target 150 ribu penumpang cukup sulit untuk dikejar jika tidak ada instrumen pendukung tersebut. Sebab, MRT sendiri baru menargetkan peningkatan jumlah penumpang dari tahun ini seanyak 65ribu penumpang perhari menjadi 100ribu penumpang perhari tahun depan.

"Ya untuk 150ribu itu sepertinya tidak tahun depan ya. Karena kan kita tahun depan itu targetnya 100ribu penumpang. Untuk menuju 150ribu harus didukung dengan instrumen tarif parkir tadi," ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut MRT harus bisa meningkatkan jumlah penumpang hingga 150ribu penumpang perhari. Hal itu disampaikannya dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta pada Rabu (11/12) bertempat di Hotel Grand Syahid, Jakarta.(OL-4)

BERITA TERKAIT