12 December 2019, 16:27 WIB

Jokowi Dukung Mas Menteri Nadiem Hapus UN


Akmal Fauzi | Humaniora

Antara
 Antara
Pelajar SMP saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang kelas SMP Negeri 5 Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (23/4)

PRESIDEN Joko Widodo mendukung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menghapus ujian nasional (UN) dan menggantinya dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter, yang berlaku mulai 2021.

“Sudah diputuskan oleh Mendikbud bahwa UN mulai tahun 2021 sudah dihapus. Artinya sudah tidak ada UN lagi tahun 2021," kata Jokowi seusai meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Kamis (12/12).

 

Baca juga: Ini Fakta-Fakta Mengenai UN yang akan Dibatalkan Nadiem

 

Jokowi menjelaskan, assesmen juga dilakukan untuk guru dan sekolah. Adapun hasil asesmen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan mengetahui sejauh mana level pendidikan di Indonesia.

Selain itu juga ada semacam survei karakter, dari survei itu pula akan dijadikan evaluasi.

“Pendidikan kita sampai ke level mana. Nanti sudah dihitung saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan Mendikbud,” kata Presiden.

Nadiem menetapkan sistem asesmen baru menggantikan UN. Nadiem memastikan penghapusan UN tidak akan membuat siswa lembek.

Asesmen tersebut terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Ini berarti, bentuk, metode, dan mutu pemelajaran di sekolah harus meningkat sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi siswa, bukan terpaku nilai kognitif lagi. (OL-8)

BERITA TERKAIT