12 December 2019, 14:32 WIB

Digugat Soal Ekspor Nikel, Presiden: Jangan Grogi, Kita Hadapi


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wapres Ma'ruf Amin (kanan)

PRESIDEN Joko Widodo tak gentar dengan ancaman Komisi Uni Eropa yang menggugat Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas kebijakan larangan ekspor mineral mentah, khususnya nikel. Menurut Jokowi, gugatan Uni Eropa itu harus dihadapi.

“Digugat ke WTO, gak apa-apa kita hadapi. Kalau sudah digugat gak apa-apa. Jangan digugat terus grogi, gak. Kita hadapi, karena memang kita ingin bahan mentah ini ada added value-nya," kata Jokowi di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Jokowi menegaskan kebijakan menyetop ekspor mineral mentah bukan tanpa alasan. Menurutnya, puluhan tahun, Indonesia hanya bergantung pada ekspor barang mentah. Padahal Indonesia bisa mengolah terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi atau barang jadi agar mendapatkan nilai tambah.

“Nikel diekspor raw material. Tak pernah kita dapatkan nilai tambah dari ekspor. Kalau otomotif sudah, kita akan injak ke komoditas lain supaya ekspor ke setengah jadi, syukur-syukur barang jadi," tegas Jokowi.

Baca juga: Ekspor Bijih Nikel Naik Setelah Aturan Moratorium

Indonesia, lanjut Jokowi, siap menghadapi gugatan itu. Ia berpesan agar jangan ragu melawan dan siapkan yang terbaik.

“Siapkan lawyer terbaik, sehingga bisa menangkan gugatan itu. Jangan digugat kita keok karena tak serius hadirkan lawyer yang terbaik yang kita punyai," tegas Kepala Negara.(OL-5)

BERITA TERKAIT