12 December 2019, 13:24 WIB

Indonesia-Timor Leste Kerja Sama Tangani Sampah Plastik


Thalatie K Yani, Laporan dari Madrid Spanyol | Humaniora

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
 ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Warga beraktivitas di sekitar tumpukan sampah plastik di Pesisir laut Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/12/2019).

INDONESIA dan Timor Leste sepakat bekerja sama tangani masalah sampah plastik di perbatasan laut kedua negara. Saat ini, Laut Arafuru dicemari sampah plastik dari dalam dan luar negeri.

Menteri Lingkungan Timor Leste, Demetrio do Amaral de Carvalho, mengatakan pihaknya tengah mengembangkan kebijakan zero plastic policy dengan mengonversi plastik ke energi untuk bahan bakar industri. Sayangnya, konversi yang dilakukan Timor Leste dengan Australia memiliki keterbatasan pasokan plastik. Karena itu, mereka mengajak Indonesia bekerja sama dalam menyediakan pasokan sampah plastik.

"Jika kita bisa melakukan kerja sama regional dengan Australia dan PNG maka kita akan dapat mengatasi persoalan yang lebih luas lagi," ujar Demetrio dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong di sela konferensi perubahan iklim UNFCCC COP25 di Ferie de Madrid (IFEMA), Madrid, Spanyol, Selasa (10/12).

Lebih lanjut, Demetrio menyatakan persoalan plastik laut juga berpengaruh pada kehidupan biota laut seperti Blue Whale dan Dugong yang mengalami kematian akibat mengonsumsi plastik.

Baca juga: Sampah Plastik dan Mikroplastik Harus Jadi Perhatian Serius

Peluang diperlukannya bahan plastik untuk energi di Timor Leste akan dipertimbangkan Indonesia. Wamen LH Alue Dohong mengatakan Indonesia sudah memiliki kebijakan dan perundang-undangan terkait penanganan sampah daratan dan lautan, termasuk sampah plastik. Apalagi saat ini tengah digalakan larangan penggunaan single plastic use dan menggantinya dengan bioplastik dari singkong.

Bioplastik itu bahkan sudah diekspor ke Timor Leste. Timor Leste dan Indonesia saat ini memiliki cross-boundary ecosystem project, yaitu terkait dengan mangrove dan river based rehabilitation.

Terkait plastik, Indonesia telah memiliki roadmap menangani masalah sampah di tingkat produsen. Tidak lupa pengembangan teknologi dan edukasi masyarakat mengurangi plastik termasuk sedotan.(OL-5)

BERITA TERKAIT