12 December 2019, 12:49 WIB

Kerawanan Bencana di Kabupaten Sukabumi Peringkat Ketiga


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Sejumlah bangunan dan rumah warga serta ruas jalan rusak setelah terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Sukabumi.

INDEKS kerawanan risiko bencana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada pada peringkat ketiga secara nasional. Kondisi tersebut tak terlepas luasnya wilayah yang mencakup 47 kecamatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, mengatakan saat ini mulai memasuki musim hujan. Potensi kebencanaan yang mesti diwaspadai yakni banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, serta puting beliung.

"Kewaspadaan terhadap potensi bencana memasuki musim hujan harus mulai ditingkatkan," kata Iyos yang juga ex-officio Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/12/2019).

BPBD telah membentuk Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) di setiap kecamatan. Iyos menaruh harapan besar para P2BK bisa meningkatkan kesiagaan dalam mengantisipasi serta menanggulangi kemungkinan bencana.

"P2BK harus mulai mengantisipasi wilayah masing-masing karena di beberapa daerah dilaporkan sudah terjadi bencana," ungkapnya.

Iyos berharap ke depan berbagai potensi bencana bisa diantisipasi sedini mungkin. Karena itu, sinergitas antarelemen berkompeten, termasuk P2BK, diperlukan dalam berbagai upaya penanggulangan kebencanaan.

"Harus bisa lebih bersinergis lagi dalam penanggulangan bencana," tandasnya.

Sementara itu, puluhan rumah di Kampung Ciutara RT 001/001, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, rusak diterjang puting beliung, Rabu (11/12). Kejadiannya bersamaan dengan hujan deras disertai petir.

"Hasil assesmen pendataan di lapangan, terdapart 24 unit bangunan rumah yang diterjang puting beliung. Sebanyak 4 rumah rusak berat, 10 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan," tutur Kepala Seksi kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman.

baca juga: Aparat Keamanan Jaga 50 Lokasi Wisata di Jawa Barat

Tidak ada korban luka atau jiwa pada kejadian tersebut. Untuk kerugian materil, Eka menaksir senilai Rp100 juta.

"Tim kami sudah berkoordinasi dengan unsur Muspika dan desa setempat untuk bersama-sama menangani dampaknya," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT