12 December 2019, 09:20 WIB

Ini Fakta-Fakta Mengenai UN yang akan Dibatalkan Nadiem


Basuki Eka Purnama | Humaniora

ANTARA/Olha Mulalinda
 ANTARA/Olha Mulalinda
Pelajar SMP saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang kelas SMP Negeri 5 Kota Sorong, Papua Barat.

MENTERI Pendidikan Nadiem Makarim memutuskan pada 2020 akan menjadi tahun terakhir pelaksanaan ujian nasional (UN) di Indonesia. Penyelenggaraan UN selanjutnya akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen ini terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Berikut adalah beberapa fakta mengenai ujian nasional yang dikumpulkan Tim Riset Media Indonesia.:

1. Siswa, guru, dan sekolah hanya fokus pada nilai, bukan kompetensi. Jika pun nilai anak tinggi dalam UN, itu bukan representasi kompetensi mereka. Sebabnya, bentuk soal pilihan ganda dalam UN hanya mengetes ranah kognitif level rendah, yaitu tahu, mengerti, dan hafal.

2. Banyak kecurangan yang terjadi, misalnya, kebocoran soal yang terjadi setiap tahun di berbagai daerah, salah satunya kasus kebocoran soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMPN 54 Surabaya.  

Baca juga: Kaji Asesmen Pengganti UN

3. UN membuat orangtua menjadi cemas sehingga mendorong anak mengikuti bimbel agar lulus UN. Banyaknya bimbel ini membuat anak merasa tertekan juga mengganggu kesehatan mereka dan kualitas komunikasi dengan orangtua.

4. Pihak sekolah merasa tertekan jika ada/banyak siswa yang tidak lulus. Akibatnya, banyak sekolah melakukan istigasah. Bahkan, ada sekolah yang melakukan kecurangan dengan membocorkan soal agar seluruh siswa dapat lulus 100% dan mencapai nilai tinggi. (OL-2)

BERITA TERKAIT