12 December 2019, 08:00 WIB

7.000 Pengaduan Mengalir ke Komisi Antirasuah


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Wakil Ketua KPK,Saut Situmorang.

WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang menyebut ada 7.000 surat aduan dari masyarakat yang masuk ke lembaganya dan 30% mempunyai potensi korupsi.

"Ada 7.000 surat yang masuk ke KPK, 30% punya potensi korupsi. Jadi, 30% dari 7.000 dibagi 365 hari setahun, berarti KPK harusnya memenjarakan lima orang lebih dalam sehari," ungkap Saut dalam acara Temu Aksi Nasional Penyuluh Antikorupsi, di Jakarta, kemarin.

Dalam paparannya, Saut menyinggung integritas seseorang yang harus terus dirawat untuk mencegah korupsi. "Bangun integritas itu harus hari demi hari. Ibarat matahari, ibarat kita salat lima waktu, ibarat saya ke gereja tiap minggu, jangan pernah berhenti," ujarnya.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pencegahan korupsi. Para penyuluh antikorupsi bisa bertemu langsung dengan gubernur masing-masing untuk berinteraksi mengenai pencegahan korupsi.

"Jadi, bapak-bapak harus punya target seminggu ketemu gubernur berapa kali. Harus punya target. Teruslah melakukan interaksi dengan banyak orang," paparnya.

Penyuluh antikorupsi dapat membantu kerja KPK yang terbatas karena sumber daya manusia. "Walaupun KPK punya bidang masuk ke semua jenjang pendidikan, karena itu perintah undang-undang,  bagian lain KPK punya keterbatasan dari sisi resource. Kami harus minta tolong siapa? Dengan keterbatasan itu, kemudian masuk ada orang yang sama-sama punya passion dengan KPK yang kemudian saya sebut belahan hatinya KPK," tutur Saut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta Menko Polhukam Mahfud MD ikut mengawal pemberantasan korupsi mengingat banyak kasus korupsi besar yang belum terjamah. (Mal/Dhk/Ant/P-3)

BERITA TERKAIT