12 December 2019, 06:47 WIB

Tasikmalaya Jadi Model Program Lumbung Ternak dan Beras Wakaf


Kristiadi | Nusantara

AKSI Cepat Tanggap (ACT) membantu menyalurkan program lumbung ternak dan beras wakaf di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/12/2019). Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin mengatakan program lumbung ternak dan beras melalui donasi dana wakaf yang menjadi modal bagi masyarakat untuk  mengembangkan usaha di bidang ketahanan pangan.

"Kami bahagia apabila seluruh masyarakat di Indonesia memiliki hewan ternak. Dan kepala daerah memiliki akses ukuran ternak, maka ternak di Indonesia akan semakin maju. Saat ini lumbung ternak wakaf sekarang ini baru memiliki 5.000 ekor  kambing. Kalau dibandingkan dengan ternak di Australia, ACT sendiri tidak ada apa apanya," kata Ahyudin.

Jumlah warga Kecamatan Culamega sekitar 5.000 jiwa per desa. Di kecamatan tersebut ada lima desa. Minimal bibit kambing yang harus diberikan sebanyak 25 ribu ekor. Ahyadin berjanji akan digenjot pengadaan bibit kambing tersebut agar bisa memenuhi satu kecamatan.

"Selain dapat memenuhi kebutuhan daging, juga satu ekor kambing bisa menghasilkan kotoran per hari 1/5 kg. Artinya 2500 kilogram kotoran kambing bisa menjadi pupuk terbaik untuk padi, sayuran dan tanaman yang berada di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega," ujarnya.

baca juga: Tol Cisumdawu Terhambat Pembebasan Lahan

Menurutnya, lumbung ternak wakaf Culamega  akan dijadikan sebagai barometer ternak di Kabupaten Tasikmalaya, selain di Sumbawa, Blora dan Aceh.

"Selain menjadi solusi mengatasi ekonomi, lumbung ternak juga bisa mengatasi masalah kemiskinan dengan cara penyerapan tenaga kerja. Kali ini kami baru mampu menyerap sebanyak 73 orang dengan upah di atas UMR," paparnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT