12 December 2019, 06:50 WIB

RI Kehilangan Banyak Peluang


Budi Ernanto Laporan dari Filipina | Olahraga

SEA Games 2019 yang digelar di Filipina secara resmi ditutup, kemarin. Ajang dua tahunan itu ditutup Sekretaris Eksekutif Filipina, Salvador Medialdea, tepat pada pukul 19.25 waktu setempat di Stadion Atletik, New Clark City, Tarlac. Pada saat yang sama, api SEA Games yang telah dinyalakan pada upacara pembukaan, Sabtu (30/12), juga dimatikan.

Ketua panitia penyelenggara SEA Games 2019 (Phisgoc), Alan Peter Cayetano, pun menyerahkan bendera SEA Games secara estafet kepada Ketua Umum Komite Olimpiade Vietnam, Nguyen Danh Thai, melalui Ketua Olimpiade Filipina, Abraham Tolentino. Selanjutnya, bendera Vietnam dikibarkan sembari diiringi lagu kebangsaan negara itu. Vietnam terpilih sebagai tuan rumah SEA Games 2021 dan akan digelar di Hanoi.

Dalam acara penutupan SEA Games, hadir atlet-atlet dari 11 negara peserta dan juga relawan yang terlibat. Mereka dihibur artis lokal dan juga Black Eyed Peas yang menjadi bintang utama.

Cayetano menyatakan banyak cerita yang bisa dikenang selama ajang itu berlangsung di Manila, New Clark City, dan Subic. Menurut Alan, di SEA Games ini sejumlah rekor baru tercipta.

SEA Games kali ini, disebut Cayetano, merupakan ajang yang diselenggarakan dengan standar tinggi seperti Asian Games. "Pembinaan atlet sejak dini sangat penting. Setelah SEA Games ini, kami (Filipina) akan mengajukan diri menjadi tuan rumah Asian Games 2030," kata Cayetano.

 

Peluang Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan peraihan Indonesia harus disyukuri. Namun, evaluasi juga wajib dilakukan terkait kontingen Indonesia yang tidak bisa mempertahankan posisi kedua di klasemen perolehan medali.

"Sangat sayang Indonesia disalip karena ada cabang olahraga yang diikuti Vietnam dan Thailand, tetapi kita tidak," kata Zainudin di Manila, kemarin.

Salah satu cabang yang tidak diikuti Indonesia ialah gulat. Menpora mengatakan Indonesia memiliki peluang. Namun, karena tidak mengikutinya, itu dimanfaatkan Vietnam dan Thailand yang di akhir SEA Games berada di urutan kedua dan ketiga. Sementara itu, Indonesia berada di posisi keempat.

"Selain gulat, ada juga tenis meja. Namun, karena ada masalah internal, Indonesia tidak ikut. Saya sudah menyampaikan kepada Ketua Umum KONI agar membereskan masalah internal itu karena ada sekitar 38 medali yang bisa kita rebut dari cabang yang tidak diikuti tadi," kata Zainudin.

Di sisi lain, Zainudin juga mengatakan Indonesia memang ingin mempersiapkan para atlet muda agar mendapat pengalaman bertanding melalui SEA Games tahun ini. (X-11)

 

BERITA TERKAIT