11 December 2019, 19:00 WIB

PLB E-Commerce Bantu UMKM Jangkau Pasar Global


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Peluncuran PLB E-commerce

DATA Kementerian Perdagangan menunjukkan, baru 14% dari total 62 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM di Indonesia yang melakukan ekspor.

Data itu mendorong Kemendag untuk mendorong UMKM memanfaatkan platform perdagangan elektronik (e-commerce) untuk membantu mengglobalkan produk UMKM.

"Kami sudah menugaskan dua BUMN yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Sarinah (Persero) sebagai fasilitator yang akan mengumpulkan semua produk yang siap diekspor, termasuk produk milik IKM, dalam sistem yang kami namakan sebagai PLB e-commerce Distribution Centre (EDC)," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto dalam keterangan tertulisnya.

Dengan PLB e-commerce, barang milik UMKM yang telah bekerja sama akan masuk ke  PLB e-commerce di kawasan berikat Marunda Centre, setelah itu dikirim ke gudang berikat PLB e-commerce di Tiongkok. Di sana produk-produk tersebut dijual dengan sistem daring (online).

“Karena itu jika pesanan sudah muncul dengan sistem online, maka tidak akan butuh waktu lama untuk menjual barangnya, karena barang dimaksud sudah tersedia di gudang berikat. Hal seperti ini memudahkan pelaku usaha dalam menjual produknya. Sebab para IKM-UKM memiliki keterbatasan dalam hal volume penjualan produk, sehingga memfasilitasi mereka secara kolektif melalui konsolidasi BUMN, termasuk juga perusahaan logistik, akan mempermudah mereka saat menjual produknya di pasaran ekspor," ujarnya.

Baca juga : E-Commerce Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Fasilitasi barang dikurasi oleh BUMN dan perusahaan pengelola PLB e-commerce, salah satunya PT> Uniair Indotama Cargo (UIC).

UIC sendiri akan segera melakukan pengapalan pertama menggunakan fasilitas PLB e-commerce, akhir bulan Desember tahun ini.

Presiden Direktur (Presdir) UIC Lisa Juliawati mengatakan, pertengahan bulan ini produk-produk milik IKM dan UKM yang siap ekspor akan mulai masuk ke gudang PLB e-commerce di kawasan berikat Marunda Centre, Jakarta Utara.

“Setelah itu  kami akan tutup kontainer, dan rencananya kapal akan segera berangkat ke Tiongkok. Setibanya barang-barang tersebut di Tiongkok, maka produk-produk tersebut akan dimasukkan ke gudang PLB e-commerce di sana, sambil mitra dari UIC di sana meng upload (unduh) produk-produk tersebut, untuk dipasarkan baik di Tiongkok maupun di luar Tiongkok sebagai bagian dari ekspansi (perluasan) pasar," ujarnya.  

Bukan hanya Tiongkok, barang milik UMKM juga ditawarkan pada negara yang masuk dalam katalog, seperti Singapura, Malaysia, Rusia, hingga Amerika Serikat.

Baca juga : Teknologi Efisiensikan E-Commerce

Lisa menegaskan, Untuk dapat masuk ke pasar ekspor secara online dalam rangka tes pasar, kemasan produk harus bagus. Demikian pula sejumlah peraturan menyangkut standar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bagi produk pangan UMKM dan minimal harus memiliki nomor Produk Industri Rumah Tangga  P-IRT.

Saat ini sejumlah produk  yang cukup diminati di pasaran ekspor seperti Tiongkok misalnya, adalah makanan ringan (snack), kopi, dan biskuit. Ada juga yang mencari produk perawatan rambut (hair treatment).

Data yang dipetik dari Kementerian Perdagangan, hasil penelitian Google-Temasek-Bain (2019) mencatat peningkatan transaksi Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia mencapai 21 miliar dollar AS. Transaksi ini diperkirakan meningkat menjadi 82 miliar dollar AS pada 2025.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian M Rudy Salahuddin mengatakan, melihat manfaatnya yang membantu dari segi logistik, maka pemerintah sangat mendukung PLB e-commerce, sebagai fasilitas yang dibutuhkan di era digitalisasi

“Pertimbangannya karena dengan PLB e-commerce, barang yang akan diantar (delivery) tidak perlu menunggu antara 3 sampai 4 hari sampai di Indonesia, melainkan hanya membutuhkan waktu pengiriman sekitar tiga jam dari gudang PLB e-commerce ke daerah tujuan seluruh Indonesia.
Demikian juga barang dari dalam negeri juga akan lebih mudah untuk penetrasi pasar ekspor," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT