12 December 2019, 05:40 WIB

PSSI bakal Evaluasi Kinerja Indra Sjafri


(Ykb/R-2) | Sepak Bola

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.
 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.
LATIHAN TIMNAS U-23 INDONESIA: Pelatih timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri (keempat kiri) memberikan arahan saat latihan timnas U-23  

TIMNAS U-22 Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-3 dari Vietnam di laga final ajang SEA Games 2019. Tim asuhan Indra Sjafri itu menunjukkan penampilan antiklimaks. Sebaliknya, Vietnam mampu mematahkan strategi yang dimainkan 'Garuda Muda'.

Evan Dimas dan kolega sebenarnya bermain cukup apik saat berada di fase grup dan melenggang mulus hingga lolos ke babak final ajang dua tahunan pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule mengatakan pihak PSSI akan segera membicarakan masa depan Indra Sjafri bersama timnas Indonesia.

"Nanti kami bicarakan, masih ada waktu. Kami juga akan rapatkan," tutur Iwan Bule.

Ia pun mengingatkan bahwa ada dua calon nakhoda baru timnas senior Indonesia, yaitu pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong dan Luis Milla. Keduanya juga punya kans melatih 'Garuda Muda'.

"Ada dua pelatih alternatif juga. Bisa itu Shin Tae-yong atau Luis Milla, jadi kami harus bicarakan dulu," ujar Iwan.

Tae-yong dan Milla sudah membeberkan program yang bakal mereka lakukan ketika dipercaya menukangi tim senior 'Merah Putih'.

Tae-yong bisa menjadi pilihan jika dana yang dimiliki PSSI tidak memadai untuk memboyong Milla. Dikabarkan, pelatih asal Spanyol itu berbanderol hingga Rp2 miliar per bulan.

Belakangan nama Indra Sjafri juga masuk menjadi kandidat pelatih timnas senior. Selain membawa penampilan yang apik di SEA Games 2019 Filipina, Indra punya modal berkiprah secara berjenjang dari pelatih timnas U-19, U-22, hingga U-23.

Soal evaluasi para pemain, Iwan mengaku masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut Osvaldo Haay dan kawan-kawan, apakah bakal dinaikkan ke senior atau tidak.

"Mereka sudah kasih yang terbaik. Jadi, kami evaluasi dahulu mereka," ucapnya.

Di sisi lain, kekalahan dari Vietnam di final menurutnya hanya karena timnas belum beruntung. Iwan pun melihat bahwa Vietnam mampu bermain taktis dan melancarkan strategi berbeda sehingga timnas Indonesia harus kembali gagal meraih medali emas SEA Games.

Indonesia gagal meraih emas sepak bola yang terakhir kali dirasakan pada 1991. Kala itu medali emas diraih di Manila, Filipina, dan Indonesia menjadi juara umum. (Ykb/R-2)

BERITA TERKAIT