13 December 2019, 01:05 WIB

Pelajari Massa Otot, NASA Kirim Tikus Super ke Luang Angkasa


Bagus Pradana | Weekend

Dok. Reuters/NASA
 Dok. Reuters/NASA
NASA mengirim tikus super untuk misi luang angkasa. 

Seekor tikus 'super' yang telah dimutasi secara genetik sedang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh NASA, sejak Kamis (5/12). Misi tersebut merupakan rangkaian eksperimen para ahli dari Laboratorium Jackson di Maine, AS, untuk menyelidiki bagaimana membatasi kehilangan otot dan tulang dalam gravitasi rendah.

Tikus percobaan tersebut dikirim dengan kapsul ruang angkasa yang diproduksi perusahaan roket Elon Musk, SpaceX. Peluncuran kapsul luar angkasa ini berlangsung pada pukul 12:29 EST (19:29 GMT) dari NASA Space Center NASA di Florida. Kapsul tersebut berlabuh di stasiun ruang angkasa pada hari Minggu (8/12).

Sebelumnya, di Laboratorium Jackson di Maine, tikus tersebut telah dimanipulasi secara genetik untuk menggandakan massa ototnya. Dengan mengirim tikus tersebut ke luar angkasa selama 30 hari, para ilmuwan hendak mempelajari bagaimana mengurangi dampak kerusakan tulang dan kehilangan otot yang disebabkan gravitasi yang lebih lemah daripada di Bumi --sebuah masalah yang masih menjadi ancaman bagi para astronot yang menjalankan misi jarak jauh di tata surya kita.

Menurut situs Laboratorium Jackson, studi tikus tadi juga akan sangat berharga untuk memahami degenerasi otot pada manusia di Bumi.

"Pengetahuan yang kita peroleh tentang efek gaya berat mikro pada otot dan tulang akan membantu kita meningkatkan kesehatan astronot, dan juga lebih memahami potensi penghambat myostatin berlaku untuk orang tua, orang yang terbaring di tempat tidur, dan untuk orang yang mengalami penurunan jumlah otot terkait dengan penyakit seperti AIDS, ALS, kanker, dan banyak lainnya," ujar Se-Jin Lee, periset utama di Laboratorium Jackson.

Tikus tersebut adalah eksperimen terakhir di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Sebelumnya, ada 20 tikus eksperimen yang dikirim ke stasiun tersebut untuk penelitian genetik dari beberapa laboratorium penelitian di Amerika pada awal tahun ini.

Tikus-tikus sebelumnya, diklaim semua kembali dengan aman, terlihat dari perilaku mereka yang tidak berubah seperti ketika berada di Bumi sebelumnya.

Di samping kargo hewan pengerat, penerbangan SpaceX kali ini juga mengirimkan berbagai peralatan eksperimental untuk menguji berbagai jenis penelitian tentang dapak gravitasi rendah di luar angkasa. Roket itu juga membawa beberapa alat robotik NASA untuk dioperasikan di stasiun ruang angkasa.

SpaceX memiliki kontrak reguler untuk memasok Stasiun Luar Angkasa Internasional kepada NASA hingga setidaknya 2024. SpaceX mengoperasikan sebuah pesawat ruang angkasa  'Dragon' yang akan mulai mengangkut astronot jika tes bulan ini terbukti berhasil, kedepannya perusahaan ini menargetkan pengiriman penumpang manusia ke luar angkasa.

Misi kamis (5/12) lalu ke Stasiun Luar Angkasa Internasional menjadi perjalanan ke-19 SpaceX, selama menjadi mitra dari NASA sejak 2011. (Insider/M-2)

BERITA TERKAIT