11 December 2019, 22:30 WIB

Raja Ampat-nya Kalsel Raih Penghargaan Desa Wisata Nusantara 2019


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny Susanto
 MI/Denny Susanto
Raja Ampat-nya Kalsel Raih Penghargaan Desa Wisata Nusantara 2019

DESA Tiwingan Lama di Kalimantan Selatan berhasil meraih penghargaan Desa Wisata Nusantara 2019 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Desa wisata dengan julukan Raja Ampat Kalsel tersebut meraih juara harapan dan berhak mendapatkan bantuan dukungan sarana prasarana destinasi wisata sebesar Rp400 juta.

Keberhasilan ini juga mengantarkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mendapat penghargaan sebagai pembina dari Kementerian Desa.

"Alhamdulillah Desa Tiwingan Lama wakil Kalsel berhasil meraih penghargaan sebagai juara harapan I Desa Wisata Nusantara 2019. Berkaitan dengan itu,
Kemendes juga memberikan penghargaan kepada Bapak Gubernur Kalsel sebagai pembina," tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Rabu (11/12).

Desa Tiwingan Lama berhasil mengungguli ratusan desa lainnya di Indonesia yang mengikuti lomba Desa Wisata Nusantara 2019. Dengan predikat sebagai juara harapan I, Kementerian Desa memberikan bantuan dukungan sarana prasarana destinasi wisata senilai Rp400 juta kepada Desa Tiwingan
Lama.

Gubernur Kalsel juga menegaskan prioritas pembangunan daerah yang tidak lagi mengandalkan eksploitasi sumber daya alam (SDA) pertambangan, tetapi beralih pada sumber ekonomi terbarukan dan berkelanjutan, termasuk industri pariwisata.

Beberapa waktu lalu, Pemprov Kalsel meresmikan Desa Tiwingan Lama dan Desa Belangian yang berada di sekitar Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar sebagai Desa Wisata.

Keberadaan desa wisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah sendiri terus mendorong agar tiap desa dapat mengembangkan potensi desa masing-masing, salah satunya menjadi desa wisata.


Baca juga: Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Bangun Aspek Kebudayaan


Desa Tiwingan Lama mempunyai keunggulan berupa objek wisata yang dalam beberapa tahun ini cukup terkenal yaitu Matang Keladan. Matang Keladan merupakan objek wisata alam dengan pesona menyerupai Raja Ampat.

Dalam beberapa tahun terakhir, objek wisata itu menjadi viral dan populer bagi masyarakat Kalsel. Saat berada di puncak bukit Matang Keladan, kita akan disajikan dengan pemandangan menakjubkan berupa gugusan pulau-pulau kecil di atas Waduk Riam Kanan.

Di sisi lain kita akan melihat bangunan PLTA Ir PM Noor yang dibangun Pangeran H Muhammad Noor pada 1972 insinyur pertama asal Kalsel yang menjadi Menteri PU pada masa itu.

Di bagian lain, deretan perbukitan dan puncak Gunung Kahung berdiri megah. Pemandangan cantik berupa kehidupan masyarakat yang bermukim di pulau-pulau kecil di atas waduk juga menjadi bagian pesona wisata alam Matang Keladan.

Sementara Indeks Desa Membangun (IDM) di Kalsel mengalami peningkatan tajam yang ditandai dengan terus menurunnya jumlah desa tertinggal dan bertambahnya desa maju. Penurunan desa tertinggal juga berkolerasi dengan menurunnya angka kemiskinan di Kalsel yang kini menempati posisi ketiga angka kemiskinan terkecil di Indonesia di bawah DKI Jakarta dan Bali. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT