11 December 2019, 22:02 WIB

Prihatin Perekonomian Nasional, SBY tetap Dukung Langkah Jokowi


Andhika prasetyo | Ekonomi

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyoroti kondisi perekonomian di Tanah Air yang menurutnya tengah lesu.

Pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir tidak beranjak dari kisaran 5%. Angka tersebut, menurut SBY, tidaklah buruk.

Terlebih, kondisi perekonomian dunia saat ini sangat tidak menentu dan membawa dampak begitu besar terhadap situasi di dalam negeri.

Ia pun mendukung Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% tahun depan.

"Yang terpenting, sasaran pertumbuhan ekonomi telah ditetapkan untuk tahun 2020 sebesar 5,3%. Kita semua berharap itu dapat dicapai," ujar SBY di Jakarta, Rabu (11/12).

 

Baca juga: Bahan Baku Mahal Bikin Loyo Daya Saing Industri

 

Ia menyampaikan beberapa pandangan yang dirasa perlu dilakukan guna mengangkat pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih baik lagi.

Pertama ialah dengan memperbaiki iklim investasi sehingga pelaku usaha berbondong-bondong masuk menanamkan modal di Tanah Air.

"Demokrat melihat ada peluang peningkatan sumbangan dari sektor industri untuk pertumbuhan ekonomi. Utamanya, melalui sektor manufaktur yang berbasis pertanian dan sumber daya mineral. Juga sektor perdagangan, konstruksi dan kepariwisataan," tuturnya.

Jika upaya itu berhasil dilakukan, akan tercipta banyak lapangan kerja baru yang akhirnya memberi dampak langsung kepada masyarakat.

Kedua adalah dengan menstimulasi masyarakat golongan bawah yang sangat terdampak pelemahan ekonomi.

Mereka, lanjut SBY, membutuhkan perlindungan sosial berupa bantuan untuk membuat daya beli mereka tetap terjaga.

Sejatinya, SBY mengakui bahwa lemahnya ekonomi saat ini bukan semata-mata karena faktor internal. Faktor eksternal seperti perang dagang yang tidak kunjung usai juga memiliki andil besar terhadap apa yang terjadi di dunia dan Indonesia. (OL-8)

BERITA TERKAIT