11 December 2019, 21:56 WIB

Banyak Diprotes, DPRD Sebut DWP Hadirkan Profit bagi DKI


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Insi Nantika Jelita
 MI/Insi Nantika Jelita
Demo tolak DWP di Jakarta

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi angkat bicara soal perheletan  Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019. Prasetyo menuturkan DWP sendiri memberikan keuntungan bagi perekonomian Jakarta.

"DWP itu adalah pendapatan DKI yang terakhir (di tahun ini). Hajatan akhir tahun, termasuk (ada) profit untuk DKI," jelas Prasetyo saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (11/12).

Acara musik yang dipromotori oleh Ismaya Live itu kerap mendapatkan penolakan dari beberbagai ormas Islam. Salah satunya ialah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, yang akan melakukan aksi penolakan acara musik itu di depan Gedung Balai Kota, Jakarta, besok siang.

"Waah ini kota bos. Itu kan (DWP) bukan setahun ini saja. Sudah bertahun tahun kan ada di situ (Jakarta)," terang Prasetyo.

Baca juga : Gerakan Pemuda Islam Tuding DWP Maksiat

Soal berapa keuntungan yang didapat dari acara musik terbesar se-Asia itu. Ia menyebut yang mengetahui keuntungan DWP itu ialah Komisi C DPRD. Ajang DWP tahun ini merupakan yang kesebelas kalinya digelar.

"Masalah (keuntungan) itu saya enggak ngerti. Nanti teman-teman Komisi C suruh awasi bagaimana laporan keuangan dari tiketnya," tandas Prasetyo.

Tadi siang, Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) berdemo di depan Gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (11/12). Mereka meminta acara DWP ditiadakan karena dianggap kegiatan maksiat.

"Kami datang langsung ke kantor Gubernur DKI tercinta untuk menagih janji yang ia kampanyekan untuk menghapuskan kegiatan maksiat. Jangan cuma Alexis saja yang ditutup, tapi DWP juga dilarang," ujar Aimar salah satu orator dari Geprindo. (OL-7)

BERITA TERKAIT