11 December 2019, 20:34 WIB

Bea Cukai Ungkap Tindak Pidana Narkotika Sampai ke Kolaka


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Istimewa/Bea Cukai
 Istimewa/Bea Cukai
Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia nomor resi 19PTN0000334283 dari pengirim DOY MDN2ND Kota Medan.

PADA awal November 2019, Bea Cukai Balikpapan, bersinergi dengan Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) dan Polda Kalimantan Timur mengagalkan pengiriman 1.000 gram marijuana atau ganja dari Medan ke Balikpapan dengan modus false packaging.

Bea Cukai Balikpapan meneruskan informasi deteksi kiriman serupa di wilayah Makassar, Kolaka, dan Malang, pada Rabu (20/11) silam.

Akhirnya Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Bea Cukai Kendari, Satuan Narkoba Polres Kolaka, dan Ditres Narkoba Polda Kaltim dapat menggagalkan penyelundupan ganja di Kantor Pos Kolaka, Kendari Sulawesi Tenggara.

“Penindakan ini berawal dari informasi Ditres Narkoba Polda Kaltim dan Kanwil Bea Cukai Kalbagtim, bahwa ada paket diduga berisikan narkotika Jenis ganja dengan berat bruto keseluruhan 1,1 kilogram," ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) Parjiya.

"Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia nomor resi 19PTN0000334283 dari pengirim DOY MDN2ND Kota Medan, dengan tujuan atas nama penerima berinisial NA di Kecamatan Latambaga Kolaka,” jelas Parjiya.

Selanjutnya, menurut Parjiya, dibentuk tim interdiksi gabungan untuk melaksanakan pemeriksaan bersama atas barang kiriman tersebut, dan hasilnya positif narkotika jenis ganja. Barang tersebut pun diserahterimakan ke Satuan Narkoba Polres Kolaka untuk dilakukan control delivery.

“Melalui penindakan narkotika ini kami menghargai sinergi yang baik antara Bea Cukai dan pihak Kepolisian. Joint inter agencies antara Bea Cukai dengan penegak hukum lainnya memang menjadi salah satu langkaf efektif dalam rangka membuka dan memutuskan jaringan kejahatan peredaran gelap narkotika," tutur Parjiya.

"Termasuk di dalamnya kegiatan inteligence fusion, yaitu penyebaran dan penyatuan data dan informasi intelijen mengenai peredaran gelap narkotika dan joint enforcement yaitu penindakan bersama. Diharapkan ancaman dan tantangan perkembangan kejahatan peredaran gelap narkotika di Indonesia dapat kami tangani dengan baik,” pungkasnya.(OL-09)

BERITA TERKAIT