11 December 2019, 20:33 WIB

Tips Aman Mobil Menerjang Banjir


Nurtjahyadi | Otomotif

Antara
 Antara
 Sebuah mobil nekat menerebos genangan air yang membanjiri jalan sebuah perumahan di Priuk, Tangerang, Banten, Rabu (30/1)

BAGI pemilik kendaraan roda empat, perasaan was-was akan hadir bersamaan dengan hadirnya musim hujan. Bukan curahan air dari langit yang membuat was-was, tetapi justru genangan air yang ada di jalan alias banjir yang sering terjadi bersamaan dengan turunnya hujan.

Untuk mengetahui seberapa dalam genangan air yang masih memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan, Anda harus memeriksa sendiri kendaraan Anda. Ada beberapa hal pada kendaraan yang harus diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk menerjang banjir.

Yang harus diperhatikan pertama kali adalah mengetahui di mana posisi ujung saluran udara yang terhubung dengan bagian intake manifold mesin. Seberapa tinggi posisinya dari permukaan jalan, karena jika air terhisap masuk ke dalam silinder mesin maka siap-siap saja mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaikinya.

Air dalam volume tertentu yang masuk ke dalam silinder akan menciptakan efek 'water hammer'. Ketika piston dalam silinder bergerak pada langkah kompresi sementara silinder dipenuhi oleh air maka sama saja piston dipaksa untuk menekan benda bersifat padat sehingga dapat membuat mesin jebol.

Kerusakan yang diakibatkan oleh kasus di atas mulai dari pecahnya piston, stang piston/connecting rod patah, Bengkoknya batang kruk as/crank shaft, dan kerusakan komponen lainnya. Bahkan pada kasus-kasus tertentu dapat membuat kepala silinder juga mengalami kerusakan.

Oleh karena itu hindari menerjang genangan air yang berpotensi menjangkau ujung saluran udara mesin. Pertimbangkan pula risiko gelombang air saat berpapasan dengan kendaraan lain yang membuat tinggi air menjangkau saluran 'pernapasan' mesin. Komponen ini biasanya terhubung langsung dengan filter udara sebelum terhubung ke bagian intake mesin.

Hal penting berikutnya adalah memeriksa ketinggian dari komponen kelistrikan yang ada di dalam ruang kendaraan. Upayakan genangan air tidak mengenai alternator dan motor starter. Kedua komponen ini cukup rentan terhadap air. Sebaiknya segera bongkar dan bersihkan jika motor starter sampai terkena banjir.

Peralatan yang cukup rentan lainnya terhadap air adalah modul-modul elektronik. Mulai dari ECU (electronic control unit), modul ABS, modul transmisi otomatis, dan modul-modul lainnya. Karena peralatan ini bekerja pada tegangan rendah yang sangat sensitif, maka peralatan ini menjadi sangat sensitif dengan air dan kelembapan.

Banyak yang mengkhawatirkan knalpot kemasukan air saat banjir. Jika knalpot penuh dengan air maka mesin akan sulit untuk dihidupkan. Hal itu benar kalau mesin mobil dalam kondisi mati. Namun jika mesin dalam kondisi hidup tidak perlu dirisaukan karena tekanan udara dari mesin akan mendorong air yang mencoba masuk.

Oleh karena itu jika terpaksa menerjang banjir maka usahakan menggunakan gigi rendah dan menjaga putaran mesin secara konstan pada rpm tertentu agar knalpot memiliki tekanan udara yang besar agar air tidak masuk ke dalam pipa saluran knalpot.

Saat menjumpai genangan air yang mencurigakan di jalan, terlebih di daerah yang belum pernah Anda lalui sebelumnya, sebaiknya harus berhati-hati. Pasalnya kita tidak pernah tahu ada apa di bawah genangan air tersebut. Siapa tahu ada lubang yang cukup dalam dan cukup berbahaya bagi kendaraan Anda.

Pastikan ketinggian banjir yang akan Anda lalui masih dalam 'status aman' untuk mobil Anda. Untuk memudahkan perkiraan (terutama saat hujan masih berlangsung) sebaiknya perhatikan ukuran roda kendaraan lain di depan Anda termasuk jika ukuran rodanya berbeda. Gunanya untuk membandingkan dengan besar roda kendaraan Anda.

Setelah diperoleh perkiraan yang meyakinkan kemudian lihat ketinggian air pada roda kendaraan lain sebagai patokan seberapa tinggi genangan airnya. Batas paling aman untuk menerjang banjir jika ketinggian air cuma seperempat tinggi ban mobil Anda. Lebih sedikit dari itu Anda harus ekstra hati-hati.

Batas maksimal genangan banjir yang masih memungkinkan tetap aman dilalui jika genangan air masih di bawah batas pintu, namun pertimbankan juga adanya gelombang akibat dari kendaraan lain. Jika ketinggian air melewati batas itu mungkin kendaraan Anda masih sanggup melintas, namun siap-siap saja risiko air yang menyusup dari lantai kabin. Karpet yang basah akan menimbulkan bau tak sedap dikemudian hari.

Untuk menghilangkan bau ini sangat-sangat sulit. Jalan satu-satunya Anda harus membongkar semua jok untuk melepas karpet dan mencucinya dengan bersih dan mengeringkannya dengan benar. Karena cukup sulit dan merepotkan Anda, maka sebaiknya menyerahkan hal ini pada salon-salon mobil berpengalaman dengan biaya yang lumayan tentunya. (OL-8)

BERITA TERKAIT