11 December 2019, 19:15 WIB

Bea Cukai Makassar dan BBPOM Berantas Obat dan Makanan Ilegal


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

BEA Cukai Makassar dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menggelar konferensi pers tentang  penegahan ribuan obat dan makanan ilegal di Aula BBPOM Makassar, Sulawesi Selatam (Sulsel), pada 22 November 2019.  .

“Produk obat dan makanan yang berhasil ditegah merupakan sinergi bersama Bea Cukai dan BBPOM Makassar, yaitu produk yang berasal dari luar negeri yang masuk melalui Kantor Pos Lalu Bea dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Gusmiadiarrahman.

Gusmiadiarrahman mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan 6.183 butir obat tanpa izin edar (TIE) dan tanpa identitas dengan kode P-15 dan P-30.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai Makassar terhadap paket kiriman via kargo melalui Kantor Pos Lalu Bea Daya dan hasil lab BBPOM ditemukan hasil positif mengandung Sibutramin.

“Tidak hanya itu, dengan modus barang bawaan penumpang, beberapa produk juga berhasil diamankan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, di antaranya suplemen kesahatan TIE merek Lemon Fit sebanyak 125 boks, pangan TIE berupa Roti Croissant 7 Days sebanyak 1.002 buah, kosmetik TIE Kelly Cream sebanyak 5.508 buah, Nur Skin Care Cream sebanyak 800 buah, Nur Skin Care Sabun sebanyak 142 buah, Queen Handbody Lotion sebanyak 20 buah,” jelas Gusmiadiarrahman..

Sejumlah produk ilegal tersebut dengan nilai total lebih Rp548 juta telah diserahkan kepada BBPOM Makassar untuk ditindaklanjuti.

Gusmiadirrahman mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalan mengonsumsi obat-obatan dan kosmetik, dan melaporkan ke aparat penegak hukum dan/atau BBPOM bila mengetahui adanya peredaran obat dan kosmetik TIE.(OL-09)

BERITA TERKAIT