11 December 2019, 18:55 WIB

UI Tambah Dua Guru Besar Fakultas Teknik


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
UI Tambah Dua Guru Besar Fakultas Teknik

REKTOR Universitas Indonesia Prof Ari Kuncoro SE MA PhD memimpin upacara pengukuhan dua profesor Fakultas Teknik UI (FTUI), yaitu Prof Dr Ir Djoko Sihono Gabriel MT sebagai Guru Besar Tetap FTUI dengan kepakaran bidang manajemen rekayasa material dan Prof Dr Ir Asep Handaya Saputra MEng sebagai Guru Besar Tetap FTUI dengan kepakaran bidang material komposit.

Upacara pengukuhan dilaksanakan di Balai Sidang UI Kampus Depok, Jawa Barat, Rabu (11/12).
 
Prof Djoko menyampaikan pidato pengukuhan bertajuk 'Sampah Plastik, Konservasi Nilai Material dan Keberlanjutan Industri'. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan ketergantungan pada kemasan plastik sangat sulit dihindari.

Hingga saat ini, baru 9% sampah plastik yang berhasil didaur ulang. Sebagai gambaran, pada 2050 limbah plastik yang masuk ke dalam lautan akan lebih berat daripada berat ikan-ikan di lautan itu sendiri. Pada dasarnya terdapat dua sumber persoalan sampah plastik yang tengah dihadapi saat ini yaitu lemahnya pengurusan sampah dan rendahnya harga jual sampah plastik, sehingga sebagian besar tidak laku dijual.

Hingga saat ini, paradigma yang ada di tengah masyarakat adalah mengatasi keberadaan kemasan plastik yang sudah terlanjur menjadi sampah. Namun, Prof. Djoko mengajak untuk mengubah paradigma tersebut menjadi Paradigma baru yaitu Konservasi Nilai Material (KNM) atau material value conservation.
 
"Penerapan paradigma baru KNM dimulai dari mencari penyebab mengapa harga jual sampah plastik rendah atau bahkan tidak memiliki daya jual dan kemudian mencari langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka menghambat penurunan harga jual material pada sampah kemasan plastik. Diharapkan dengan berubahnya pola pikir tersebut, usai penggunaan kemasan plastik selesai, sampahnya tetap memiliki harga jual yang tinggi, karena menguntungkan untuk didaur ulang menjadi bijih plastik," ujar Prof Djoko.

Ia juga mengungkapkan penyebab rendahnya harga jual sampah plastik adalah penggunaan pewarna, tinta dan lapisan material lain. Untuk itu, Prof Djoko menyampaikan solusinya berupa (1) menghindari kontaminasi plastik dari pewarna dan tinta cetak dengan cara memasang label/stiker atay QR pada label dapat memberi akses informasi yang sangat besar melalui telepon pintar, serta (2) memudahkan sortir dari jenis plastik yang berbeda dan memudahkan pemisahan dari material yang tidak cocok untuk didaur ulang bersama.


Baca juga: Mensos Tekankan Keseriusan Pemerintah Membangun SDM Unggul

 
Sementara, Prof Asep menyampaikan 'Erosi dan Korosi Material Komposit Berbasis Resin Epoksit' sebagai judul pidato pungukuhannya.

Menurut dia, ilmu bahan berkembang semakin kompleks. Perkembangan ini mengikuti kebutuhan masyarakat serta dunia industri. Di dalam ilmu bahan, terdapat salah satu klasifikasi yaitu material komposit. Material komposit dalam perkembangan telah banyak menggantikan logam, karena keistimewaannya dalam hal kekuatan, lebih ringan dan mempunyai ketahanan terhadap korosi.

Aplikasi material komposit sudah sangat luas, yaitu misalnya di bidang transportasi (untuk pembuatan kapal berbagai ukuran, suku cadang kendaraan, sebagian besar suku cadang pada pesawat udara dan juga pesawat ruang angkasa); di bidang hobi (peralatan olah raga); di bidang kedokteran (digunakan sebagai implant maupun alat dukung medis); demikian juga di bidang industri kimia.
 
Dalam perkembangannya, fenomena erosi dan korosi pada material bisa terjadi secara simultan. Fenomena Erosi pada material didefinisikan dengan terkikisnya atau terdegradasinya suatu bahan diakibatkan oleh perilaku mekanis baik oleh kecepatan aliran fluida atau tumbukan (partikel, slurry, gelembung). Sedangkan fenomena korosi pada bahan plastik, termasuk resin epoksi, sangat bergantung jenis cairan di lingkungan tersebut.

Korosi tidak terjadi pada logam saja dan tidak hanya proses elektrokimia saja. Untuk itu, perlu mengetahui bagaimana karakteristik erosi dan korosi suatu material. Fenomena erosi dan korosi pada komposit ini sangat penting untuk diperhatikan karena berpengaruh terhadap kekuatan dan aplikasi pada komposit.

Dalam perkembangannya, material komposit ke depan mengarah kepada nano composite, bio composite, green composite. Saat ini sudah banyak penelitian terkait dengan tersebut. Misalnya, pemanfaatan nata de coco sebagai sumber serat yang dikombinasikan dengan jenis polimer tertentu, menghasilkan lapisan kaca tipis yang transparans dan kuat. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT