11 December 2019, 14:19 WIB

Polair Sita 32 Ton Solar Bersubsidi


M Taufan SP Bustan | Nusantara

Antara
 Antara
 Polda Sulawesi Tengah, menyita 32 ton solar yang diselundupkan oleh seorang mafia minyak di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (11/12/2019).

DIREKTORAT Polisi Air (Ditpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, menyita 32 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Palu, Rabu (11/12/2019). BBM yang diperoleh dengan cara ilegal itu telah dijual ke pengusaha tambang bebatuan.  Dirpolair Polda Sulteng, Kombes Indra Rathana menjelaskan, terbongkarnya kasus BBM ilegal ini berdasarkan laporan masyarakat yang diterima anggotanya beberapa waktu lalu.  

"Dari laporan yang masuk kemudian kami kembangkan. Ternyata kasus ini sudah berlansung lama," terangnya kepada Media Indonesia di Palu.  

Menurut Indra, 32 ton BBM itu disita dari seorang tersangka berinisial IA, pengepul asal Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). 
Dalam menjalankan aksinya, IA hanya mengumpulkan solar hasil pembelian orang di sejumlah SPBU yang ada di Sulbar. Setelah solar dinilai cukup untuk kembali dijual, IA kemudian membawa solar tersebut ke pembeli di Palu.  

"Jadi solar itu dibeli di SPBU kemudian dijual ke pengusaha tambang. Itu kan melanggar, karena bukan BBM industri, melainkan BBM subsidi yang disalahgunakan," ungkap Indra.  

Petugas Polair menyita solar milik IA setelah sudah dibeli dan digunakan oleh salah satu pengusaha tambang bebatuan di Donggala.  

"Solar yang sudah dibeli itu dinaikkan ke kapal tugboat, petugas kita yang sudah mengetahui langsung melalukan penyitaan," tegas Indra.  

baca juga: Saatnya Bali Punya Undang-Undang Sendiri

Polair tidak menampik, kelangkaan BBM khusunya solar yang terjadi di Mamuju dan Palu kurun beberapa bulan terakhir tidak terlepas dari adanya permainan mafia minyak.  

"IA ini bisa dibilang salah satu mafia minyak, karena beli BBM subsidi dengan murah kemudian jual mahal ke industri," tandas Indra.  

Saat ini, IA telah diamankan. Sedangkan 32 ton ilegal disita demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT