11 December 2019, 11:55 WIB

Kalsel Cari Investor Bangun Infrastuktur Dukung Ibukota Negara


Denny Susanto | Nusantara

Mi/Denny Susanto
 Mi/Denny Susanto
Alat berat milik perusahaan tambang Pt Adaro Indonesia sedang beroperasi mengeruk batubara di lokasi tambang Tutupan, Kabupaten Balangan.

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif di luar APBN dan APBD, dengan mengundang investor membangun infrastruktur di daerah. Pembangunan infrastruktur ini berkaitan dengan kesiapan Kalsel dalam mendukung pembangunan ibukota negara di Kalimantan Timur. 
Hal ini dikemukakan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor di sela-sela kegiatan Pertemuan Tahunan Ekonomi 2019 yang digelar Bank Indonesia di Banjarmasin, Rabu (11/12/2019).

"Perekonomian Kalsel selama ini sangat bergantung pada sektor pertambangan khususnya batubara. Maka ketika harga batubara turun akan berdampak pada ekonomi Kalsel," tuturnya.

Pemprov Kalsel telah membuat desain pembangunan ekonomi daerah dengan merubah kebijakan ekonomi yang mengandalkan sumber daya alam dan industri ekstraktif seperti tambang batubara beralih pada sumber ekonomi lain bernilai tinggi dan berkelanjutan. Di sisi lain Pemprov Kalsel juga membuka peluang seluasnya bagi investor atau sumber pembiayaan alternatif, untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur guna mendukung pembangunan ibukota negara di Kaltim.

Gubernur yakin Kalsel akan memainkan peranan penting dalam pembangunan ibukota negara baru ini. Mulai beroperasinya bandara internasional Syamsudin Noor juga diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi investasi lain dan komitmen Kalsel dalam pengembangan sektor wisata, perkebunan, agrowisata dan usaha lain di luar tambang.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Herawanto mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2019 kembali menghadapi tantangan dari tertahannya kinerja ekspor dan pertambangan batubara, sehingga pertumbuhan tahun 2019 diperkirakan lebih rendah dibanding 2018.

baca juga: Pertamina Bentuk Satgas Jelang Natal dan Tahun Baru

Namun tahun 2020, perekonomian Kalsel berpeluang meningkat seiring pemulihan kinerja ekspor dan pertambangan batu bara serta meningkatnya industri pengolahan. Dalam kegiatan ini Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia Banjarmasin memberikan penghargaan kepada pondok pesantren serta pelaku usaha UMKM terbaik di Kalsel. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT