11 December 2019, 08:35 WIB

Enggan Memilih tetapi Minta Dipilih


Widjajadi | Nusantara

Dok.MI
 Dok.MI
Gibran Rakabuming Raka keluar dari kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). 

GIBRAN Rakabuming Raka yang mencalonkan diri sebagai bakal Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Pilkada Serentak 2020 dinilai bukan contoh sosok yang baik bagi pendidikan politik. Pada pemilihan wali kota 2015, Gibran tidak partisipatif sebab ia golput.

Dalam pesta demokrasi empat tahun lalu, pemilihan Wali kota dan Wakil Wali Kota Surakarta diikuti pasangan Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri dan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo. Pemilihan kemudian dimenangi pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo. Saat itu, Gibran tidak menggunakan hak partispasinya memilih.

"Yang ditunjukkan Gibran pada pemilihan wali kota 2015 itu bukan contoh yang baik untuk pendidikan politik. Karena itu, ketika kemudian pada pemilihan wali kota yang akan berlangsung pada 2020 ia mencalonkan diri, Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyatakan keberatan. Bukan menolak, melainkan keberatan," kata Ketua PWSPP Kohan Syafaat Maharani di Surakarta, kemarin.

Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi Gibran tidak bisa menggunakan hak pilih ketika itu, meski beralasan sedang berada di luar kota. Berdasarkan fakta itulah, PWSPP keberatan Gibran maju di Pilkada Surakarta mendatang.

Menurutnya, sikap golput pada Pilkada 2015, tetapi kini menggunakan hak untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon wali kota, merupakan sikap aneh. "Tiba-tiba pada pemilihan wali kota 2020 minta dipilih agar bisa jadi Wali Kota Solo, jadinya aneh," ujar Johan.

Ia juga menilai, jika kehendak Gibran maju di Pilkada Surakarta dibiarkan, hal itu akan menjadi preseden buruk. Apalagi dalam perhelatan pilkada dan pemilu, negara mengeluarkan uang banyak untuk pelaksanaannya.

Keberatan terhadap Gibran yang sedang berupaya mendapatkan rekomendasi dari PDIP sebagai bakal calon, juga disampaikan PWSPP kepada enam partai politik yang saat ini memiliki wakil di DPRD Surakarta secara tertulis.

Saat dimintai konfirmasi mengenai pernyataan PWSPP, Gibran tidak mau menanggapi. "Tak tinggal blusukan sik (saya tinggal blusukan dulu)," tulisnya melalui pesan singkat.

Pilkada Maros

Sementara itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan mendorong Andi Harmil Mattotorang atau Andi Toto, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Maros, untuk maju sebagai bakal calon Bupati Maros pada Pilkada 2020. Namun, NasDem belum memastikan siapa yang akan menjadi pendamping atau wakil Andi Toto.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan sejumlah nama sebagai bakal calon wakil bupati. "Kami masih terus mencari kandidat 02 yang cocok untuk mendampingi Andi Harmil Mattotorang pada Pilkada Maros 2020, apalagi ia sebagai Ketua DPC NasDem Maros," kata Syaharuddin.

Adapun nama-nama yang sedang dijajaki untuk menjadi bakal calon wakil bupati, yaitu Ketua DPC PPP Maros Hasmin Badoa, Ketua DPC Hanura Maros Muh Rusli Rasyid, Ketua Ikatan Guru Indonesia Ramli Rahim, dan Ilham Najamuddin.

Meski belum ada pasangan, Syaharuddin yakin siapa pun pasangan Andi Toto nanti bisa memenangi Pilkada Maros 2020.

Dalam Pilkada 2020, Pemerintah kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengharapkan partisipasi politik dapat meningkat. Oleh karena itu, kerja keras semua pihak dibutuhkan agar partisipasi politik tidak menurun. (LN/LD/YH/BB/RF/N-1)

BERITA TERKAIT