11 December 2019, 08:40 WIB

Mangga Sumedang Siap Manjakan Lidah Warga Rusia


Panca Syurkani | Internasional

MI/PANCA SYURKANI
 MI/PANCA SYURKANI
Direktur Komersial OOO Manggo Impeks Natalia Staver, menunjukkan mangga Gedong Gincu asal Sumedang, Jawa Barat di sebuah gudang di Moskow.

SEBANYAK 1 ton mangga impor dari Sumedang, Jawa Barat, siap diedarkan di berbagai pelosok kota Moskow, Rusia.

Pada impor perdana, perusahaan Rusia OOO Manggo Impeks, mendatangkan dua jenis mangga, yang didominasi mangga Gedong Gincu sebanyak 8 kuintal dan mangga Indramayu sebanyak 2 kuintal.

Direktur Umum Manggo Impeks Aleksandr Borisov mengatakan masing-masing mangga memiliki rasa yang khas yang berbeda tetapi orang Rusia lebih menyukai Gedong Gincu.

"Saya sudah mencoba keduanya. Rasanya sangat berbeda dan sangat sulit dibandingkan. Saya menyukai keduanya, tetapi orang Rusia lebih suka mangga Gedong," katanya.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia merangkap Belarusia Mohamad Wahid Supriyadi yang mengunjungi gudang penyimpanan Manggo Impeks, Selasa (10/12), mengatakan peluang kedua jenis mangga ini cukup besar karena memiliki keunggulan rasa dan aroma.

Baca juga: Putin dan Zelinsky Sepakati Pertukaran Tahanan

"Dua jenis mangga ini belum memiliki pesaing dari segi rasa dan aroma dibanding mangga-mangga dari negara tropis lainnya, yang juga masuk ke Rusia. Oleh karena itu, peluang untuk mengisi pasar buah tropis di Rusia cukup besar," ujar Wahid.

Wahid menjelaskan, ekspor buah tropis dari Indonesia, yang dimulai dengan mangga, akhirnya bisa terlaksana setelah empat kali menyelenggarakan Festival Indonesia (FI) di Moskow. FI sendiri diselenggarakan secara rutin setiap Agustus, sejak 2016.

Menurutnya, Manggo Impeks adalah pengimpor kedua yang mendatangkan mangga dari Indonesia, tetapi yang pertama mengimpor Gedong Gincu.

Ia berharap, setelah ini, akan ada buah-buahan Indonesia lainnya yang masuk ke Rusia, seperti alpukat, buah naga, salak, dan lain sebagainya.

Menurut Borisov, konsumsi mangga di Rusia terus mengalami peningkatan. Dengan begitu, peluang untuk mengimpor lebih banyak mangga juga akan bertambah.

Direktur Komersial Manggo Impeks Natalia Staver mengatakan semua mangga sudah dipesan di muka oleh para pengecer dengan harga 500 rubel per kilogram atau setara Rp110.000 (dengan kurs Rp220).

Sedangkan harga yang dipatok pengecer kepada konsumen adalah 850 -- 900 rubel, atau setara Rp187.000 -- Rp198.000 per kilogram, tergantung lokasi penjualannya.

Supian, warga Sumedang, yang baru saja menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Moskow, menggunakan bendera CV Una Surya Putra Mandiri untuk bekerja sama dengan Manggo Impeks.

Menurutnya, proses negosiasi berlangsung alot hingga hampir enam bulan karena mahalnya biaya kargo. Alhasil, kedua pihak sepakat pada angka US$5 ribu dengan biaya kargo ditanggung Manggo Impeks.

Menurut Supian, ia kini tengah mempersiapkan pengiriman kedua ke Rusia. Namun, tidak hanya mangga yang akan ia kirim kali ini, tetapi juga alpukat.

Ke depannya, dosen program studi Sastra Rusia di Universitas Padjajaran itu hendak memperluas pasar ekspornya ke Ukraina, Kazakhtan, Polandia, dan Rumania, dengan memanfaatkan jaringan yang telah ia bangun saat berkuliah di Rusia. (OL-2)

BERITA TERKAIT