10 December 2019, 22:33 WIB

Kemensos Klaim BPNT Berjalan Mulus Gantikan Rastra


Andhika prasetyo | Ekonomi

Antara
 Antara
 Pekerja menyiapkan beras Bulog untuk disalurkan ke operasi pasar dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 

DIREKTORAT Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) Andi Dulung mengungkapkan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sudah berjalan dengan baik dan akan diterapkan secara penuh kepada 15,6 juta keluarga penerima manfaat pada 2020.

"Tahun ini tahun ketiga, alhamdulillah lancar. Mulai tahun ini juga, per September, beras sejahtera sudah dihapus. Itu juga berjalan baik," ujar Andi kepada Media Indonesia, Selasa (10/12).

 

Baca juga: Paksakan Serapan Terlalu Banyak Picu Beras Bulog Rusak

Baca juga: Impor Beras 2018 Karena Kesalahan Data Kementan Era Amran

Baca juga: Tumpang Tindih Regulasi Akar Karut-marutnya Stok Beras Bulog

 

 

Ia mengatakan, secara umum, tidak ada lagi kendala yang ditemukan dalam penerapan BPNT. Masyarakat di perdesaan sebagai penerima bantuan kini sudah memahami penggunaan kartu untuk menebus sembako.

"Paling, masalah yang paling utama sekarang untuk di daerah terpencil, jumlah warung masih kurang banyak. Ini memang tidak bisa instan. Apalagi warung-warung ini kan dibangun masyarakat sendiri," terangnya.

Nantinya, sambung Andi, ketika kebutuhan semakin meningkat karena jumlah penerima sudah maksimal, pasti sebagian penerima bantuan yang bergerak memulai usaha membuka warung dan menjadi mitra pemerintah dalam program BPNT.

Ia juga menekankan, dibandingkan program bantuan beras sejahtera (rastra), BPNT dinilai lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Kan tidak semua masyarakat butuh beras. Ada yang mau beli telur saja. Itu ada," imbuhnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT