10 December 2019, 22:30 WIB

Mengenang Sejarah Olahraga di RMSC


Budi Ernanto Wartawan Media Indonesia/(R-1) | Olahraga

RIZAL Memorial Sports Complex (RMSC), Manila, Filipina, selama kurang lebih dua pekan terakhir menjadi tempat yang ramai dikunjungi karena menjadi salah satu arena pertandingan di SEA Games 2019. Ada lima cabang olahraga yang dipertandingkan di kawasan ini, yakni taekwondo, soft tennis, tenis, sepak bola, dan senam.

Dipilihnya RMSC sebagai venue SEA Games 2019 tentu bukan karena tempat itu sekadar pusat olahraga. Alasan lainnya karena itu merupakan tempat bersejarah olahraga nasional Filipina. Alasan yang kurang lebih sama ketika Indonesia menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dipakai untuk Asian Games 2018.

Ketika mulai dibangun pada 1927 dan dibuka tujuh tahun setelahnya, RMSC awalnya bernama Rizal Memorial Field. Nama pusat olahraga yang kini diapit berbagai gedung pencakar langit itu diambil dari pahlawan nasional Filipina, yaitu Jose Rizal yang terkenal karena menentang penjajahan Spanyol.

Pembangunan RMSC tidak akan terwujud jika bukan karena keluarga Vito Cruz, orang yang juga dianggap sebagai pahlawan nasional Filipina. Vito Cruz menyumbangkan tanahnya agar tersedia pusat olahraga di Manila. Saat diresmikan, dia menjadi arena pertandingan untuk Eastern Championship Games, ajang olahraga yang menjadi cikal bakal Asian Games.

RMSC sempat hancur karena Perang Manila dan juga Perang Dunia II. Setelah beberapa kali direnovasi, RMSC kembali dipakai untuk berbagai ajang lainnya seperti Asian Games pada 1954 dan SEA Games. Tahun ini menjadi kali keempat RMSC dipakai untuk SEA Games setelah 1981, 1991, dan 2005.

Secara luas area, Kompleks Olahraga GBK di Jakarta, lebih luas dari RMSC. Meski tidak seluas Kompleks GBK, sebenarnya cukup banyak gelanggang olahraga yang ada di RMSC, seperti kolam renang, lapangan sepak bola, baseball, tenis, dan gedung olahraga yang bisa dipakai untuk pertandingan bulu tangkis, angkat besi, senam, voli, dan lainnya. Lapangan sepak bola yang ada pernah jadi saksi kemenangan timnas Indonesia di babak final SEA Games 1991.

Namun, pada SEA Games, tidak semuanya arena bisa dipakai karena dipastikan bakal dijumpai pengunjung yang berdesak-desakan, mengingat areanya tidak terlalu luas. Belum lagi bakal membuat lalu lintas kendaraan di jalan yang ada di sekitar RMSC macet sehingga jadi masuk akal alasan pemerintah Filipina mengadakan pertandingan di luar RMSC.

Ke depannya, RMSC sepertinya tidak lagi bakal dipakai untuk ajang multievent karena telah ada pusat olahraga baru di Tarlac. Namun, apakah RMSC benar-benar tidak digunakan lagi, itu tergantung dari keputusan pemerintah setempat. (R-1)

BERITA TERKAIT