10 December 2019, 21:25 WIB

GAJE Sebarkan Metode Perlindungan HAM bagi Kaum Marjinal


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
Para peserta konferensi Global Alliance For Justice Education (GAJE) saat penutupan di Universitas Pasundan Bandung, Selasa (10/12).

AJANG Global Alliance For Justice Education (GAJE) ke-10 resmi ditutup pada Selasa (10/12) di Fakultas Hukum Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Jawa Barat. Konferensi untuk memberikan pendidikan hukum ini bagi masyarakat termarjinalkan ini berhasil menemukan sejumlah metode pengajaran.

Koordinator Pelaksana Harian GAJE, Irma Rahmawati, mengatakan, konferensi ini menemukan berbagai metode baru dalam memberi pendidikan hukum kepada kaum marjinal. Dia mencontohkan, penanganan wanita eks Pekerja Seks Komersial (PSK) harus dilakukan dengan memberdayakan secara ekonomi.

"Dari sana kami memberikan pembinaan, bagaimana agar mereka tidak kembali kepada dunianya dan lebih membangun ekonomi kreatif," katanya.

Tak hanya itu, menurutnya, dalam pemberian materi kepada kaum marjinal, harus diselingi dengan berbagai unsur hiburan agar mereka tetap tertarik untuk mengikutinya.

"Jadi tadi ada seperti nari-nari gitu," katanya.

Dia menyebut, nantinya metode-metode yang baru ditemukan itu akan disebarluaskan kepada setiap negara asal peserta.

"Akan memberdayakan mahasiswa dosen, NGO, untuk membantu perlindungan hukum kaum marjinal," katanya.


Baca juga: Menteri PPPA: Perempuan Rentan Alami Kekerasan di Tempat Kerja


Bahkan, lanjut Irma, materi itu akan  menjadi mata kuliah di perguruan tinggi dunia yang memiliki perhatian lebih terhadap persoalan ini.

Co President GAJE, Lisa Bliss, mengatakan, 350 peserta dari 48 negara ini memiliki cara tersendiri dalam memberi pendidikan hukum untuk kaum marjinal.

"Tujuannya sama untuk memberi pendidikan hukum, agar kaum marjinal memiliki kesetaraan," katanya.

Dekan Fakultas Hukum Unpas, Anthon F Susanto, mengatakan, GAJE menjadi pengalaman penting bagi pihaknya.

"Jadi tidak canggung lagi untuk menggelar even internasional," katanya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya pun semakin yakin bisa membuka kelas internasional terutama dengan relasi yang terbuka dari GAJE ini.

"Kelas internasional akan kita buka tahun depan, sebelum diresmikan pada 2021," katanya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT