10 December 2019, 20:17 WIB

Tim Voli Putra Indonesia Akhiri Penantian Selama 10 Tahun


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Tim voli Putra Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia 

PENANTIAN 10 tahun tim bola voli putra Indonesia akhirnya membuahkan hasil di SEA Games 2019. Pasukan merah putih berhasil mendulang emas usai mengalahkan Filipina pada laga final yang berlangsung di PhilSports Arena, Filipina, Selasa (10/11).

Kesuksesan ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, Nizar Munawar dan kawan-kawan tampil luar biasa sepanjang perjalanannya di SEA Games kali ini. Mereka tak kehilangan satu set pun, sekaligus berhasil memenangkan pertandingan final dengan sempurna yakni 25-21, 27-25, 25-17 (3-0 ) yang sekaligus membawa pulang medali emas yang pertama sejak terakhir kali didapatkan pada SEA Games 2009 di Laos.

Manager tim Indonesia Santiaji mengaku bangga dengan keberhasilan anak asuhnya ini. Pasalnya, para pemain selalu menunjukan permainan terbaik di setiap pertandingan, termasuk di laga final. Kondisi itu yang membuat pasukan merah putih berhasil merebut emas nomor tim voli putra untuk ke 10 kalinya di ajang multi event terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Kami bersyukur bisa menang, karena kekompakan tim kita luar biasa. Kunci keberhasilan dari awal kita targetkan emas. Keyakinan itu yang bisa membuat kita menang. Modal 3-0 selama ini menjadi modal penting buat fiinal. Dan terbukti di final, tim bisa membuktikan dengan menang tiga set. Ini benar-benar luar biasa,” ungkap Santiaji usai pertandingan, Selasa (10/11) malam.

Baca juga: Indonesia Sudah Kumpulkan 62 Medali Emas di SEA Games 2019

Hal senada diungkapkan oleh Nizar yang berperan sebagai kapten tim bola voli putra Indonesia. Dia mengaku sangat bangga dengan semangat para pemain selama perjalanannya merebut medali emas di SEA Games 2019. Apalagi, ini menjadi penantian panjang bagi Indonesia bisa menguasai bola voli Indoor dalam 10 tahun terakhir.

“Kalo bagi saya, kuncinya adalah semangat. Di mana pun susahnya pertandingan, bagaimana pun susahnya permainan, jika ada semangat pasti bisa,” tambahnya.

Atlet berusia 25 tahun itu mengaku bahwa sebenarnya kemenangan yang diraih tidak mudah. Sebab, Filipina mendapatkan dukungan penuh dari penontonya di pertandingan itu. Meskipun begitu, terbukti tim voli putra Indonesia berhasil meredam tekanan dengan sangat baik.

“Kita bikin lingkup sendiri dan tidak terpengaruh dari luar lapangan. Kita selalu buat serame mungkin, agar riuhnya penonton tidak akan mempengaruhi kami,” ucap Nizar.

Dengan begitu, Indonesia mempertajam rekor sebagai peraih emas terbanyak pada nomor bola voli putra dengan 10 medali emas. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi juara pada 1981, 1987, 1989, 1991, 1993, 1997, 2003, 2007, dan 2009.

Sementara itu, Thailand yang dalam tiga edisi terakhir selalu menjadi juara, berada di posisi kedua dengan mengoleksi delapan medali emas di sepanjang sejarah SEA Games. (OL-4)

BERITA TERKAIT