11 December 2019, 01:20 WIB

OJK Disarankan Ubah Pendekatan Tuntaskan Muamalat


(Ant/E-1) | Ekonomi

MI/ADAM DWI PUTRA
 MI/ADAM DWI PUTRA
GEDUNG BANK MUAMALAT

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) harus mengubah pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan permodalan di Bank Muamalat yang berlarut-larut.

Demikian rekomendasi The Chief Economist Forum dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan Infobank Institute di Jakarta, kemarin. Hadir sebagai narasumber M Edhie Purnawan, ekonom UGM, dan anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) A Prasetyantoko, Rektor Unika Atma Jaya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, Chief of Indonesia Economics Intelligent (IEI) Sunarsip, dan Chief of Infobank Institute Eko B Supriyanto.

Seperti diketahui, Bank Muamalat mengalami masalah permodalan yang tak kunjung selesai karena dua hal. Pertama, pemegang saham existing tak kunjung menambah modal. Kedua, investor baru pun tak kunjung masuk karena berbagai alasan.

Menurut Edhie, sejatinya Bank Muamalat dalam kondisi sehat. Bahkan, jika merujuk pada histori, Bank Muamalat telah teruji menghadapi beberapa kali krisis dan berhasil melewati dengan baik.

"Jangan hanya dilihat dari sisi finansialnya. Bank Muamalat memiliki sisi spiritual dan sisi sosial yang membedakannya dengan bank lain," ujar Edhie Purnawan.

Bank Muamalat, lanjut Eko B Supriyanto, juga memiliki customer base yang loyal karena merupakan bank syariah pertama di Indonesia. Modal politik Bank Muamalat juga kuat.

Untuk menyelesaikan masalah permodalan di Bank Muamalat, harus ada koordinasi kuat antara pemerintah (Kemenkeu), OJK, BI, LPS, dan Kementerian BUMN.

OJK sebagai pemegang otoritas, menurut Eko, juga harus mengubah pendekatan yang selama ini dipakai untuk menyelesaikan masalah di industri perbankan. "Dari pendekatan pengawasan ke pendekatan supervisi."

Pendekatan supervisi yang dimaksud ialah lebih mengedepankan relaksasi daripada penegakan aturan yang terkadang kaku.

Di tempat terpisah, juru bicara OJK Sekar Putih Djarot menyebutkan hingga saat ini penguatan modal di Bank Muamalat oleh para calon investor masih terus berproses. Secara umum Bank Muamalat masih beroperasi dan kondisi likuiditas bank yang juga dinilai masih baik. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT