10 December 2019, 18:52 WIB

Andi Arief vs Henry Yoso di Medsos, Zulhas Diminta Turun Tangan


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MI/Bary Fathahilah dan MI/Sumaryanto Bronto
 MI/Bary Fathahilah dan MI/Sumaryanto Bronto
Politisi Partai Demokrat Andi Arief (kiri) dan politisi PDIP Henry Yosodiningrat.

PERSETERUAN di linimasa media sosial (medsos) antara politisi Partai Demokrat Andi Arief dan politisi PDIP Henry Yosodiningrat diminta untuk segera diakhiri.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon meminta agar Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi mediator kedua politisi asal Lampung tersebut.

"Karena persoalan ini bermula dari Pancasila, mari para elite ini buktikan, pertikaian ini bisa diselesaikan dengan mekanisme Sila ke-4 "musyawarah mufakat". Bang @ZUL_Hasan sebagai sesepuh Lampung menurut saya bisa jadi mediator karena @AndiArief__ saya tahu juga dekat dan hormat ke bang Zul," kata Jansen melalui akun Twitter @jansen_jsp, Selasa (10/12).

Jansen menilai pernyataan ancaman yang dilontarkan Henry Yosodiningrat tidak pantas apalagi disampaikan secara terbuka di depan banyak orang.

"Bukan lagi sekadar tidak "pancasilais", ancaman kekerasan serangan fisik begini jelas sudah pidana. Apalagi disampaikan didepan orang ramai. Bang @ZUL_Hasan sebagai tuan rumah bisa jadi saksi ini. Krn disampaikan di acara dia. Itupun kalau @AndiArief__ mau memperkarakan ini ke Polisi. Tapi sebaiknya daripada berkepanjangan saling berganti delik pidana tersaji ke kantor polisi dan publik, lebih baik semua duduk bareng. Jika sampai mengalir ke "grassroot" kita semua elit ini yang salah! Mari kita sudahi pertikaian ini," ungkap Jansen.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Henry Yoso geram dengan ungkapan Andi yang menyebutnya 'preman' karena memilih melaporkan Rocky Gerung ke polisi. Henry bahkan mengancam akan mendatangi rumah Andi untuk memukulnya di depan istri dan anak-anak Andi.

"Saya sayangkan lagi putra daerah Lampung (Andi Arief) mentweet dalam twitternya mengatakan politisi PDIP sekarang faksi otot meninggalkan faksi otak sehat. Makanya preman seperti Henry Yosodiningrat. Astafirullahalazim. Gue samperin ke rumah, gue gebukin di depan bini sama anaknya," kata Henry geram seperti tampak dalam potongan video singkat yang dibagikan Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_ Selasa (10/12).

Dari video tersebut, Henry tampak tengah menyampaikan sambutan dalam acara Silaturahmi Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dengan Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan di Jakarta, Senin (9/12). Atas ancaman Henry tersebut Andi menanggapi dengan santai. "Saya tidak ahli baku hantam, tapi saya menanti kedatangan Henriyosodiningrat yang mengancam akan menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam berapa. Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi," cicit Andi.Awal perseteruan dua putra asal Lampung ini bermula saat Andi mengeritik langkah Henry yang melaporkan Rocky Gerung ke polisi karena dianggap menghina Presiden Jokowi dengan menyebut Jokowi tidak mengerti Pancasila. "Kawan-kawan PDIP yang sekarang ada dan mendapatkan posisi dalam partau dan kekuasaan mayoritas PDIP faksi otot faksi otak tersingkir. Itu penjelasan kenapa preman seperti Hendriyosodiningrat melaporkan Rocky Gerung," cicit Andi. (X-15)

Baca juga: Tidak Terima Disebut Preman, Henry Yoso Ancam Gebukin Andi Arief

Baca juga: Terkait Rocky Gerung, Andi Arief Sebut PDIP Dikuasi Faksi Otot

BERITA TERKAIT