10 December 2019, 15:08 WIB

Polisi Bantah Ada Keributan FBR dengan Keamanan Kemayoran


Tri Subarkah | Megapolitan

KAPOLSEK Kemayoran Kompol Saiful Anwar membantah terjadinya keributan antara pihak keamanan di kawasan Mega Glodok Kemayoran (MGK) dengan organisasi masyarakat Forum Betawi Rempug (FBR), Senin (9/12) malam.

"Sebenarnya nggak ada ribut, nggak ada tawuran. Itu awalnya dari pihak ormas FBR diundang sama pihak security MGK, ngobrol-ngobrol mereka, personal awalnya," ungkap Saiful saat dihubungi, Selasa (10/12).

Dari pertemuan malam itu, lanjut Saiful, timbul kesalahpahaman. Anggota FBR yang diundang lantas pulang ke markas dan berbondong-bondong mendatangi petugas keamanan MGK.

"Sebelum sampai ke dalam, saya datang ke sana dengan anggota. Akhirnya bisa saya cegah, saya mediasi," kata Saiful.

Dari hasil keterangan pihak FBR di lapangan malam itu, ada ucapan dari pihak keamanan MGK yang menyinggung.

"Ada omongan yang nggak enak dari pihak security. Omongan nggak enak seperti apa? Akhirnya kita bawa (ke Polsek Kemyoran), coba ngobrol-ngobrol," tutur Saiful.

Baca juga: Reuni 212 Jangan Timbulkan Keributan

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak saling menyadari terjadi kesalahpahaman. Saiful menyebut mereka sempat berpelukan sebagai bentuk mengakhiri kesalahpahaman.

Sebelumnya, beredar video yang diunggah oleh akun @warung_jurnalis. Video berdurasi satu menit itu memperlihatkan beberapa orang tidak berseragam membawa tongkat bambu.

Dalam video itu, keributan diduga akibat persoalan pemberian proposal.

"Dipicu oleh pemberian proposal dari Ormas Korwil Jakarta Pusat terjadi bentrok/konflik antara ormas dan pihak security di kawasan MGK Kemayoran, Jalan Angkasa Blok B6, Gunung Sahari Selatan, Kec Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (09/12/19) sekitar pukul 19.00 s/d 21.00 WIB," sebut keterangan video itu.(OL-5)

BERITA TERKAIT