10 December 2019, 14:38 WIB

Potensi Bisnis Ternak Lele masih Tinggi


Heri Susetyo | Nusantara

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
Pelatihan pembuatan pakan lele yang diselenggarakan oleh Minarak Brantas Gas Inc (MBGI), Selasa (10/12/2019).

MINARAK Brantas Gas Inc (MBGI) menggelar pelatihan pembuatan pakan lele bersama warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (10/12/2019). Pelatihan yang dilakukan di balai desa ini diikuti puluhan warga, mulai dari perangkat desa, ibu-ibu PKK hingga pemuda anggota karang karuna. Mereka antusias mendengarkan pemateri Bintang Dwi dari Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Jawa Timur.

Menurut Bintang Dwi, pelatihan pembuatan pakan lele ini bisa mendorong warga, khususnya peternak lele di Desa Kedungbanteng, untuk lebih mandiri. Nantinya mereka tidak perlu lagi membeli pakan lele karena bisa membuat sendiri. Pelatihan ini juga memberikan wawasan dan edukasi kepada peternak, bagaimana bisa membudidayakan lele secara maksimal. Peternak dilatih bagaimana membuat pakan yang sesuai kadar proteinnya, karena akan berpengaruh pada kesehatan serta ukuran lele saat dipanen.

"Jadi warga yang budidaya lele, setelah mengikuti pelatihan ini saya harapkan bisa berinovasi dan lebih maksimal hasilnya," kata Bintang Dwi.

Pada kesempatan tersebut Bintang Dwi juga memaparkan potensi beternak lele di Tanah Air karena tingginya permintaan pasar untuk jenis ikan ini. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya penjual makanan kaki lima dengan menu ikan lele sambal penyet. Bukan itu saja, ikan lele juga bisa dijadikan aneka makanan olahan yang digemari dan banyak dicari masyarakat. Di antaranya dijadikan ikan lele asap, nugget, bakso, abon, selai, burger, hingga salad ikan lele.

Ketua Karang Taruna Desa Kedungbanteng, Lukman, mewakili warga mengaku pelatihan tersebut menginspirasi dan mendorong para pemuda-pemudi di Desa Kedungbanteng untuk berwirausaha ternak lele.

"Apalagi tadi dijelaskan peluang ternak lele masih sangat prospek karena permintaan di pasar tinggi," kata Lukman.

Kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan MBGI. Sebab MBGI sudah memberi bantuan sejumlah kolam terpal serta ribuan bibit ikan lele kepada warga desa setempat. Pada awal beternak lele, MBGI memberikan bantuan pakan lele selama sebulan. MBGI juga memberikan pendampingan dan pembinaan cara beternak lele tersebut.

baca juga: Masyarakat Harus Aktif Tangkal Radikalisme

Public Relation Manager MBGI Arief Setyo Widodo berharap, pelatihan ini bisa memberi wawasan warga terutama kaum muda dalam berwirausaha ternak lele. Arief mengapresiasi semangat para pemuda yang ikut pelatihan dan terinspirasi untuk berwirausaha ternak lele.

"Tentu saja harapan ke depan para pemuda ini bisa mandiri secara ekonomi," kata pria yang akrab disapa Yoyok tersebut.

Kelompok peternak lele di Desa Kedungbanteng diharapkan juga terus bertambah dan bisa mengolah sendiri menjadi aneka panganan. Sehingga hal ini bisa menyerap tenaga kerja dan menunjang perekonomian desa. (OL-3)

BERITA TERKAIT