10 December 2019, 14:33 WIB

Masyarakat Harus Aktif Tangkal Radikalisme


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
Seminar tangkal radikalisme di Universitas Widyatama Bandung, Senin (9/12/2019)

MASYARAKAT agar berperan aktif dalam mengatasi paham radikalisme, khususnya di dunia pendidikan. Rektor Universitas Widyatama, Obsatar Sinaga menyambut baik langkah pemerintah agar masyarakat dilibatkan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.

"Kita tahu bahwa mengantisipasi paham radikalisme dan terorisme ini tidak gampang. Tapi kita tidak bisa melepas tanggung jawab ini hanya kepada aparat saja. Kita meyakini bahwa semua bisa diselesaikan kalau masyarakat Indonesia ini menyadari NKRI harga mati  harus diperjuangkan. Dan kita semua harus menentang gerakan radikalisme," jelas Obsatar usai menjadi pembicara pada acara seminar Tangkal Radikalisme ala Milenial yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat, di kampus Universitas Widyatama, Bandung, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, kampus sebagai tempat mendidik para milenial tentunya harus mengembangkan cara-cara milenial. Sehingga para mahasiswa pun tidak terpengaruh oleh paham radikalisme tersebut. Universitas Widyatama yang ia pimpin saat ini juga berupaya dengan strategi tertentu untuk menangkal radikalisme di kampus.

"Mahasiswa kita kasih penetrasi dengan berbagai hal yang positif, seperti di unit kegiatan mahasiswa atau UKM kita libatkan para mahasiswa di sana. Sehingga mahasiswa pun berpikir positif dan tidak berpikir urusan radikalisme," katanya.

Jika hal tersebut tetap terjadi, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terjaring dalam paham radikalisme.

"Kalau sejauh ini tidak ada mahasiswa seperti itu. Dan kalau pun ada itu  akan menjadi urusan aparat. Kita serahkan kasus itu pada penegak hukum. Oleh karena itulah saya mengimbau agar para mahasiswa fokus belajar dan menjauhi hal hal yang negatif," katanya.

Hal senada pun diungkapkan Kasubdit Kontra Propaganda Direktorat Pencegahan Deputi 1 BNPT Kolonel Pas Sujatmiko. Dikatakannya, selama ini BNPT sudah banyak memberikan program untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme, kepada seluruh komponen masyarakat termasuk mahasiswa. Menurutnya, kalangan mahasiswa perlu turut serta dalam mencegah radikalisme, karena kondisi saat ini pahamnya amat mudah tersebar di tengah tengah masyarakat.

baca juga: Panen Raya Picu Harga Gabah Turun

"Berdasarkan penelitian tingkat presentasinya di atas 10% kecenderungan radikalisme di Indonesia. Kita mengajak mahasiswa untuk lebih tahu pola radikalisme yang mengarah kepada tindakan terorisme. Agar mahasiswa mengenali dari mulai sebelum kejadian, saat kejadian dan pasca kejadian," kata Sujatmiko. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT