10 December 2019, 14:31 WIB

BP Jamsostek Cabang Slipi Berikan Santunan Puluhan Juta Rupiah


Deri Dahuri | Humaniora

BP Jamsostek Cabang Jakarta Slipi menyerahkan santunan klaim Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris dari almarhumah Emilianti yang meninggal dunia akibat sakit.

Almarhumah Emilianti adalah Kader Dasawisma di Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, yang baru 1 Bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan santunan secara simbolis diberikan Trinanda Puspitosari, S.STP, selaku Lurah Sukabumi Utara yang didampingi Rafik Ahmad selaku Kepala Bidang Kepesertaan Progsus Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta yang mewakili Tidar Yanto Haroen selaku Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Slipi.

Dalam penyerahanan santunan, turut hadir Sekretaris Kelurahan Sukabumi Utara Noveri Tauhid, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Sukabumi Utara H. Nurhadi, dan Ketua RW setempat H.M. Dahlan.

Adapun yang menerima santunan klaim Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp24 juta adalah Andri Samain selaku suami dari almarhumah yang bertempat di Kantor Kelurahan Sukabumi Utara Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Tidar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lurah Sukabumi Utara Trinanda Puspitosari yang telah mendukung program BP Jamsostek.

"Kami berharap seluruh pekerja baik formal maupun informal juga dapat ikut masuk ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang kini berganti nama menjadi BP Jamsostek," tutur Tidar.

Lurah Sukabumi Utara Trinanda mengucapkan terima kasih kepada BP Jamsostek yang merupakan bagian program pemerintah.

"Semoga BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) ke depan selalu konsisten dengan pelayanannya yang baik dan selalu berjaya," ucap Trinanda. 

Trinanda juga mengajak para warganya yang bekerja seperti pedagang, tukang sampah, dan lainnya untuk mendaftar menjadi peserta program BP Jamsostek.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Slipi. Tidar Yanto Haroen menyampaikan duka cita atas meninggalnya Emilianti. 

”Semoga almarhumah husnul khotimah. Santunan ini tidak sebanding dengan nyawa Almarhumah. Tapi inilah bentuk kehadiran negara kepada warga yang mengalami musibah,” tandas Tidar. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT