10 December 2019, 11:59 WIB

Jokowi Minta Ahok dan Nicke Pastikan B30 Digunakan Awal Januari


Damar Iradat | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menugaskan beberapa hal pada jajaran pejabat PT Pertamina (Persero), seperti pembangunan kilang minyak dan penggunaan bahan bakar B30.

Hal itu sudah disampaikan Presiden usai menerima sejumlah pejabat Pertamina seperti Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Direktur Utama Nicke Widyawati, Senin (9/12).

"Intinya mereka menyanggupi. Penggunaan B30 yang dimulai Januari awal juga agar betul-betul dilaksanakan dan dikawal, sehingga bisa menurunkan impor minyak," kata Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).

Hal itu disebut Jokowi bisa membenahi defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Menurut dia, impor minyak selama ini menjadi salah satu penyumbang defisit tersebut.

Baca juga: Mandatori B30 Dapat Hemat Devisa US$ 4,8 miliar

Defisit transkasi berjalan dan defisit neraca perdagangan bisa diturunkan jika impor migas bisa dikendalikan dengan baik. Selain itu, pembangunan kilang minyak juga harus terus dikawal.

"Pembangunan kilang minyak, harus! Sudah 34 tahun enggak bisa bangun, kebangeten. Saya suruh kawal betul dan ikuti terus progresnya," tegasnya.

Senin (9/12), Ahok mengatakan Presiden meminta Pertamina mengevaluasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak tepat sasaran. Namun demikian, Ahok memastikan tidak akan mencampuri bisnis perusahaan migas pelat merah itu.

"Tugas saya bukan mencampuri bisnis pertamina, tapi manajemen. Saya komut (komisaris utama)," jelas Ahok.

Ahok resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan jadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) dari Kementerian BUMN, Senin (25/11).(OL-5)

BERITA TERKAIT