10 December 2019, 15:15 WIB

Hukuman Mati untuk Koruptor, Peringatan Keras dari Jokowi


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

ANTARA/Muhammad Iqbal
 ANTARA/Muhammad Iqbal
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo memberi sinyal positif memberikan hukuman mati bagi koruptor. Hal itu disampaikan dalam peringatam Hari Antikorupsi Sedunia di Jakarta, Senin (9/12).

Menanggapi hal itu, DPR menilai pernyataan Jokowi tersebut sebagai peringatan atau warning bagi seluruh pihak, khususnya penyelenggara negara.

"Apa yang disampaikan Pak Jokowi pada Hari Antikorupsi kemarin itu merupakan warning bagi kita semua bahwa kita ke depan, baik eksekutif maupun legislatif, untuk terus menata keuangan dengan tertib dan baik," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/12).

Baca juga: Presiden Minta Kapolri Segera Umumkan Penyerang Novel

Dasco mengatakan, peringatan keras itu merupakan suatu sinyal bahwa Presiden tidak akan pandang bulu dan tegas memberantas korupsi.

"Itu kita apresiasi, walaupun mungkin untuk hukuman mati perlu ditimbang tingkat kesalahannya, seberapa berat yang dilakukan," ujar Dasco.

Salah satu yang menurut Dasco bisa diberikan hukuman mati ialah pelaku korupsi dana bencana alam. Hal itu dianggap sebagai kejahatan berat yang harus ditindak dengan hukuman paling berat.

"Kalau itu saya setuju. Karena bencana alam adalah urgensi. Ketika bencana alam, ada orang-orang susah dan menderita. Kalau kemudian bantuan atau pengelolaan anggaran itu dikorupsi itu kelewatan. Saya setuju kalau itu," tegas Dasco. (OL-2)

BERITA TERKAIT