10 December 2019, 11:30 WIB

LIPI Usul Indonesia Buka Kedutaan Baru di Afrika


Hilda Julaika | Ekonomi

MI/Hilda Julaika
 MI/Hilda Julaika
Kepala Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI Ganewati Wuryandari (tengah) sedang mendengar paparan Hasil Penelitian Kepanganan di LIPI

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengusulkan pemerintah Indonesia membuka kedutaan baru di negara-negara Benua Afrika. Keberadaan infrastruktur kedutaan ini akan menguatkan diplomasi ekonomi Indonesia-Afrika yang masih memiliki potensi besar. Afrika dinilai sebagai pasar potensial bagi ekspor Indonesia.

"Keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara Afrika secara signifikan berpengaruh dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekspor Indonesia yang mencapai 1,12%," kata Kepala Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI, Ganewati Wuryandari, Selasa (10/12).

Untuk merealisasikan potensi ekspor tersebut, Indonesia dinilai perlu memahami kompleksitas Afrika yang beragam. Seperti di tataran etnis, agama, bahasa serta kondisi sosial-politik yang terhitung sangat dinamis. LIPI menilai untuk dapat memahami kompleksitas tersebut perlu keberadaan kedutaan dan lembaga studi Afrika.

Baca juga: 16 Dubes dan Perwakilan Kedutaan Negara Sahabat Kunjungi Brebes

Hingga sejauh ini, LIPI mencatat ada 16 KBRI untuk 50 negara akreditasi di Afrika. Dari 16 KBRI tersebut, sebanyak lima KBRI terletak di Afrika Utara dan 11 di Sub-Sahara Afrika. Artinya, terdapat beban kerja satu KBRI yang merangkap hingga enam bahkan 11 negara akreditasi sekaligus dalam menjalankan fungsinya.

"Keadaan ini memberikan beban cukup berat bagi KBRI untuk berperan secara optimal dalam diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika," terang Ganewati.

Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI Saiful Hakim menyebut usulan pembukaan kedutaan baru di Pantai Gading dan Ghana akan mengefektifkan kerja-kerja diplomasi ekonomi Indonesia yang telah dilakukan.

Dia menambahkan total perdagangan antara Indonesia dan Pantai Gading pada 2018 sebesar US$190 juta. Dengan impor utama Indonesia dari Pantai Gading adalah biji kakao. Pada 2018, Indonesia melakukan total perdagangan antara Indonesia dengan Ghana mencapai US$139 juta. Ghana tercatat sebagai negara pengimpor terbesar di Afrika untuk produk sabun dan margarin asal Indonesia.(OL-5)

BERITA TERKAIT