10 December 2019, 09:52 WIB

Indonesia Punya Peluang Meraih Medali Emas Biliar


Despian Nurhidayat | Olahraga

Youtube
 Youtube
Pemin biliar Fatrah Masum

TIM biliar Indonesia masih mempunyai peluang untuk menyumbangkan medali emas SEA Games 2019 lewat pasangan Fatrah Masum/Nony Krystianti Andilah.

Pasangan Indonesia lolos ke babak final bola 9 ganda putri setelah menaklukkan pasangan Singapura, Tan Hui Ming / Ng Yi Huay dengan skor 7-3 di babak semifinal.

Berlangsung di Hotel Tent Manila, Filipina, Senin (9/12) malam, Fatrah/Nony sempat saling kejar-kejaran angka dengan pasangan Singapura. Bahkan, lawan mereka sempat memimpin di awal pertandingan, tapi kegigihan pasangan Indonesia berhasil mengantarkan mereka ke babak final.

"Bersyukur banget bisa menang dan lolos ke final. Jujur cukup menegangkan juga pertandingan tadi melawan Singapura," ungkap Fatrah usai pertandingan.

"Konsentrasi juga agak terganggu karena suhu di venue dingin banget. Malah tadi sempat minta air hangat untuk menetralisir efek suhu di venue ke tubuh," kata Fatrah.

Di partai pamungkas yang akan berlangsung malam ini, duet Fatrah/Nony akan berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Chezka Centeno/Rubilen Amit yang mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Angeline Magdalena Ticoalu/Silviana Lu di babak semi final.

"Setelah ini kami akan mempersiapkan diri menghadapi ganda Filipina di final. Kami sudah punya gambaran tentang permainan Chezka dan Rubilen," Fatrah.

"Mereka pasangan yang tangguh. Tetapi kami tidak mau terbebani. Yang pasti kami sudah punya strategi untuk menghadapi mereka di final," lanjutnya.

Sementara itu, Nony menambahkan bahwa ini merupakan ajang SEA Games pertama baginya. Dengan mampu lolos ke babak final, ia mengaku terkejut dan berharap dapat bermain maksimal untuk meraih medali emas.

Lebih lanjut, pelatih pool tim biliar Indonesia, Edy Hartono mengapresiasi keberhasilan Fathrah/Nony. Menurut pria yang akrab disapa Dino ini kunci dari kemenangan Fathrah/Nony ialah mereka mampu menjaga kestabilan tempo permainan.

Meskipun begitu, Edy mengakui di babal final keduanya harus bisa mengubah pola permainan mereka. Pasalnya tuan rumah merupakan lawan yang cukup berat untuk ditaklukan.

"Di babak final mereka harus bisa mengubah pola main. Karena kalau mainnya masih dengan strategi yang diterapkan dalam pertandingan hari ini akan berat melawan Filipina," tutur Edy.

"Maksimalkan ketika ada peluang memasukkan bola. Kalau on position maksimalkan tapi kalau seandainya tidak on position mereka harus siap snookan atau safety shot," pungkas Edy.. (Des/OL-09)

BERITA TERKAIT