10 December 2019, 08:15 WIB

Benzema Terancam Diadili dalam Kasus Pemerasan


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

PENYERANG Real Madrid Karim Benzema terancam diadili setelah Mahkamah Agung Prancis, Senin (9/12), menolak bandingnya terkait legalitas penyelidikan kasus pemerasan terhadap sesama pesepak bola Prancis Mathieu Valbuena menggunakan video seks.

Mahkamah Agung Prancis memutuskan bahwa metode investigasi dalam kasus yang melibatkan Benzeman itu dilakukan sesuai aturan.

Benzema dan Valbuena sama-sama memperkuat timnas Prancis saat kasus pemerasan itu mengemuka.

Pada Juni 2015, Valbuena, yang kini bermain untuk klub Yunani Olympiakos, mengajukan gugatan yang menyebut dirinya menjadi korban upaya pemerasan setelah menerima telepon bahwa ada video seks yang melibatkan dirinya.

Baca juga: Real Madrid Jaga Momentum Sebelum Melawat ke Valencia dan Barcelo

Penyidik menduga Benzema bertindak sebagai perantara antara para pemeras--salah satunya teman dekat Benzema--dengan Valbuena.

Benzema yang dituding polisi terlibat dalam upaya pemerasan menggugat metode penyelidikan polisi karena salah satu polisi dalam kasus itu mendapatkan bukti dengan cara menyamar.

Kuasa hukum Benzema menyebut polisi menggunakan cara tidak jujur dengan berpura-pura menjadi teman Valbuena dalam sambungan telepon dengan salah satu tersangka pelaku pemerasan.

Namun, Mahkamah Agung, Senin (9/12), memutuskan bahwa tidak terjadi pelanggaran dalam metode polisi.

Keputusan Mahkamah Agung itu berarti tidak ada lagi kesempatan banding sehingga kasus itu dikembalikan ke hakim di Versailles yang akan menentukan apakah kasus itu akan disidangkan atau tidak.

Sejak kasus itu mengemuka, empat tahun lalu, baik Benzema maupun Valbuena tidak pernah lagi dipanggil untuk memperkuat timnas Prancis. Itu berarti mereka absen saat timnas Prancis mencapai final Piala Eropa 2016 dan menjadi juara Piala Dunia 2018. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT