10 December 2019, 06:00 WIB

Bonus Atlet Membengkak


Budi Ernanto (Laporan dari Filipina) | Olahraga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

RAIHAN medali kontingen Indonesia yang melewati target membuat pemerintah harus bersiap-siap menambah anggar­an untuk pemberian bonus bagi atlet peraih medali.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengatakan jika pihak pemerintah tengah kekurangan anggaran untuk memberikan bonus. Hal itu terjadi lantaran anggaran yang disiapkan di awal berkisar Rp65 miliar. Dana tersebut disamakan dengan perolehan medali saat SEA Games 2017 di Malaysia. Indonesia saat itu meraih 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu.  

Hingga kemarin, kontingen Merah Putih sudah melewati target awal yang hanya dipatok 45 hingga 55 meda­li emas. Tambahan empat medali emas (dua dari bulu tangkis dan dua dari atletik), kemarin, membuat koleksi medali kontingen Indonesia menjadi 69 medali emas, 76 perak, dan 102 perunggu.  
    
Maka dari itu, Zainudin mengaku akan menambal kekurangan tersebut dengan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena tak mau pemberian bonus ini menjadi masalah.

“Saya tak mau ini jadi masalah bagi kita (Kemenpora), jadi saya akan berkoordinasi dengan Kemenkeu, mudah-mudahan besok sudah ada kabarnya,” tutur Zainudin kepada Media Indonesia, Senin (9/12).

“Kira-kira nanti seperti apa bentuk bonusnya, karena ini melebihi target, saya pilih pusing karena lebih target ketimbang pusing karena target meleset,” tambahnya.

Zainudin mengatakan jika melonjaknya raihan medali di SEA Games karena pengaruh kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. “Memang dampak kita sukses jadi tuan rumah Asian Games kemarin itu memacu cabang olahraga kita untuk mengembangkan prestasi,” ucap Zainudin.

Melorot

Kendati telah melewati target 60 medali, posisi kontingen Indonesia justru melorot ke posisi empat besar. Indonesia tergeser oleh Thailand dan Vietnam yang kemarin panen medali emas. Thailand telah mengoleksi 84 medali emas, sedangkan Vietnam meraup 79 medali emas. Posisi teratas masih ditempati tuan rumah Filipina dengan 136 medali emas.

Tambahan medali emas yang diraih Indonesia, kemarin, hadir dari cabang atletik dan bulu tangkis. Atletik menyumbang emas dari nomor 100 meter gawang putri lewat Emilia Nova dan jalan cepat 20 kilometer putra atas nama Hendro Yap.

Meski berkutat dengan cedera­ tumit, Emilia Nova membukukan waktu 13,61 detik, unggul 0,14 detik atas Yen Hoa Tri Tran (Vietnam). Medali perunggu menjadi milik Nur Izlyn Binte Zaini (Singapura) dengan waktu 13,92 detik.

“Emas ini harapan aku di tahun ini karena prosesnya berat banget, bersyukur banget bisa dapat emas,” ungkap atlet 24 tahun itu.

Hari ini, cabang harapan medali, yakni sepak bola, voli putra, serta biliar. “Masih ada tujuh hingga sembilan medali emas yang bisa didapat Indonesia. Bisa dari biliar dan cabang bela diri juga bisa menyumbangkan medali emas,” ujar Komandan Kontingen (CdM) Indonesia Harry Warganegara. (Ykb/Des/R-2)

BERITA TERKAIT