10 December 2019, 03:30 WIB

Kartika Kembali ke Bank Mandiri


Faustinus Nua | Ekonomi

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Kartika Wirjoatmodjo

Mantan Direktur Uta­ma PT Bank Man­diri Tbk Kartika Wirjoatmodjo kembali ke lingkungan Bank Mandiri sebagai komisaris utama.

Tiko--demikian Kartika ­Wirjoatmodjo kerap disapa--akan memastikan seluruh ­renca­na aksi korporasi yang telah di­­rancang Bank Mandiri dapat dijalankan. Sebelumnya Kartika meninggalkan posisi sebagai Dirut Bank Mandiri karena menjadi Wakil Menteri BUMN.

“Pemegang saham sepakat meng­­angkat Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai komisaris utama. Kartika yang sebelumnya menjabat direktur utama akan memastikan seluruh corporate plan yang sudah dirancang dapat terealisasi dengan baik,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas di Jakarta, kemarin.

Kembalinya Kartika Wirjoatmodjo juga akan memastikan ren­cana ekspansi regional perseroan berjalan dengan baik serta melakukan restrukturisasi kre­dit-kredit besar di BUMN.

Perihal pengangkatan mantan Menteri Keuangan Mu­hamad Chatib Basri sebagai wa­kil komi-saris utama, hal itu untuk menjaga dinamika ekonomi serta melihat berbagai peluang di tengah ketatnya kondisi perekonomian global. Salah satu tantangan persero­an ke depan ialah menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis perseroan.

Pasalnya, ketidakpastian perekonomian global, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perkembang­an cepat industri teknologi informasi akan berpengaruh terhadap sektor keuangan domestik.

Dirut Bank Mandiri yang baru, Royke Tumilaar, mengatakan tidak akan banyak mengubah kebijakan-kebijakan perseroan yang sebelumnya sudah dijalankan dirut sebelumnya, Kartika Wirjoatmodjo
“Pada dasarnya saya tidak akan terlalu banyak mengubah kebijakan yang dulu karena saya juga bagian dari tim Pak Tiko dan itu kita tetapkan bersama-sama. Akan tetapi, mungkin ada beberapa strategi, seperti bagaimana kolaborasi antara wholesale dan ritel lebih kuat lagi karena banyak bisnis wholesale dan turunannya belum banyak digarap di ritel,” ujar Royke saat jumpa pers.

Selain itu, lanjut Royke, perseroan juga akan terus melakukan transformasi digital dalam menjalankan bisnis dan menyediakan layanan kepada nasabah.

“Digital banking tetap karena mau tidak mau ke depan digital ini jadi kebutuhan atau bagian dari market atau nasabah kita sendiri. Cost juga akan lebih turun lagi,” ujar Royke.

Dalam rapat disepakati juga pengangkatan Silvano Rumantir sebagai direktur keuangan dan strategi.

Silvano memiliki pengalaman yang mumpuni di sektor keuangan sehingga dapat memacu lebih kencang pengembangan bisnis perseroan.

Wadirut PLN

Di tempat terpisah, Staf Ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya ­Sinulingga mengungkapkan akan ada wakil dirut yang mendampingi ­Rudiantara sebagai Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Wadirut untuk memperkuat karena ke depan PLN akan sangat banyak isu. Isu untuk me­ngu­rangi impor, energi terbarukan, dan sebagainya,” kata Arya di kompleks Kantor Kementerian BUMN, kemarin.

Arya tidak bersedia menjelas­kan calon wadirut itu. Namun, ia mengatakan posisi itu akan disisi dari internal PLN. Mengacu pada penjelasan itu, sangat mungkin Plt Dirut PLN Sripeni Intan Cahyani akan mengisi posisi wadirut yang mesti me­miliki kemampuan teknis. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT