09 December 2019, 22:35 WIB

Seorang Warga Tewas Tersambar Petir, Puluhan Pohon Tumbang


Kristiadi | Nusantara

MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
Hujan deras yang disertai angin kencang dan kilatan petir mengakibatkan puluhan pohon tumbang.

HUJAN deras yang disertai angin kencang dan kilatan petir mengakibatkan puluhan pohon tumbang menghalangi arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata, Letjen Mashudi, Cibeureum, Dadaha, Tasikmalaya.

Akibat kejadian tersebut, satu orang tewas tersambar petir di Kampung Tepus, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kapten Inf Mamat Sutisna mengatakan, hujan deras yang disertai kilatan petir terjadi Minggu (8/12) pukul 17.30 WIB hingga malam hari mengakibatkan seorang warga bernama Nandang Nurdi, 20, warga Kampung Tegal Tepus, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang, tewas tersambar petir setelah pulang menyabit rumput di lahan milik warga lainnya.

"Korban rencananya hari ini akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Tegal Tepus, Kecamatan Cigalontang, setelah warga menemukannya di lahan perkebunan sekitar pukul 18.00 WIB Minggu kemarin dalam kondisi tangan, muka, dan bagian dada terlihat menghitam hingga warga membawanya," kata Mamat, Senin (9/12).


Baca juga: Gubernur Sumut Larang Penerbitan IMB di Atas Lahan Pertanian


Hujan deras yang terjadi juga menyebabkan puluhan pohon tumbang dan menghalangi ruas jalan di beberapa titik membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya berupaya membersihkan potongan tersebut hingga pukul 00.00 WIB.

Namun, para petugas mengalami kendala atas banyaknya puluhan pohon besar tumbang. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat pohon-pohon yang tumbang tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar, mengatakan, proses evakuasi pohon tumbang petugas mengalami kendala disebabkan ada beberapa dahan menjerat kabel-kabel telepon, internet, dan listrik. Namun, selama proses itu membutuhkan crane supaya saat pemotongan tidak membahayakan petugas.

"Hujan deras disertai angin kencang dan petir tersebut mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang secara bersamaan. Namun, kejadian itu harus diwaspadai karena pada awal musim hujan akan terus terjadi hingga bulan Februari tapi selain itu sebuah tembok penahan tanah (TPT) longsor dan menimbun jalan berada di Kecamatan Cibeureum saat ini masih dalam pembersihan," ujarnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT