09 December 2019, 23:35 WIB

Bahan Hijab Anti Bakteri untuk Perempuan Aktif


Mediaindonesia.com | Weekend

Istimewa
 Istimewa
Devina Unjoto, Marketing Executive PT  Daliatex Kusuma (tengah) sebagai narasumber di acara Jakarta Halal Things di Senayan Jakarta. 

BAGI kaum perempuan yang memakai hijab kini tidak perlu khawatir lagi. Pasalnya kini ada hijab anti bakteri.

Perusahaan tektil asal Bandung, PT Daliatex  Kusumu-lah yang membuat inovasi tersebut. Mereka mengeluarkan bahan hijab anti bakteri, dengan mengunakan teknologi terbaru.

Sebelumnya, PT Daliatex juga telah memiliki bahan untuk hijab yang menggunakan teknologi water repellent (anti air) pertama di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, pabrik kain yang telah berdiri selama lebih dari 50 tahun itu meluncurkan produk kain terbaru dengan teknologi anti bakteri yang dikembangkan khusus untuk Mode Fashion di Indonesia. Kabar baik ini disampaikan Marketing Executive PT Daliatex Kusuma, Devina Unjoto dalam acara Jakarta Halal Things di Senayan City, Minggu (8/12) malam.

Baca juga: Hijab dengan Nuansa Senja

"Misi kita memang terus mengembangkan industri fashion di Indonesia. Terus berinovasi supaya nggak ketinggalan. Salah satu inovasi terbaru dari PT Daliatex Kusuma yaitu mengeluarkan bahan hijab anti bakteri," tuturnya.

"Karena bakteri kan memang ada dimana mana. Apalagi bagi wanita yang suka berolahraga dan punya kegiatan di luar ruangan. Itu kan pasti lebih mudah berkeringat. Keringat itu kan memicu bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Tujuannya adalah meminimalisir bakteri tersebut, tidak bau dan gatal juga mengurangi resiko timbulnya jerawat pada kulit," jelas Devina.

Untuk bahan itu, PT Daliatex memilih jenis Ultrafine yang dipercaya memberikan rasa nyaman dan halus.

"Ultrafine ini sudah teruji nyaman sekali dipakai walaupun dalam cuaca panas sekalipun," ujarnya.

Devina menyebutkan secara teknis teknologi kimia yang digunakan untuk produk ini tetap ramah lingkungan dan aman untuk dipakai di kulit. Proses sebelum perilisan produk ini juga memakan waktu yang cukup panjang mulai dari product testing, trial and error hingga market test.

"Kita sih ingin buat kain itu nomor satu nyaman digunakan, bisa dipakai sehari-hari seperti pesta, dan tetap yang tidak boleh dilupakan itu harus modis. Karena wanita Indonesia itu kalau nggak modis dia nggak mau beli, dan bisa dipakai mulai dari pelajar hingga wanita yang sudah bercucu," ujar Devina.

Setelah masa pengujian di pabrik, efek terang Devina anti bakteri dalam bahan dengan teknologi terbaru ini diakui bisa berkurang tergantung dari cara dan frekuensi pencucian kain, namun tidak serta merta akan menghilangkan keunggulan dari produk ini.

"Sejauh ini banyak brand yang tertarik karena ini teknologi baru yang bisa membuat wanita Indonesia lebih nyaman menggunakan hijab karena dengan teknologi ini bisa lebih percaya diri, cuma kita masih dalam tahapan menjajaki lebih lanjut lagi," tutupnya. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT