10 December 2019, 07:15 WIB

Instalasi Pisang senilai Rp1,7 Miliar Dilahap Pengunjung


Bagus Pradana | Weekend

Reuters/Eva Uzcategui
 Reuters/Eva Uzcategui
David Datuna menunjukkan sisa-sisa karya seni Komedian karya Maurizio Cattelan di Perrotin di Art Basel di Miami. 

Sabtu (7/12) kemarin, seorang lelaki memakan pisang yang terpasang sebagai instalasi seni karya seniman Maurizio Cattelan senilai US$ 120 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar. Ia mencopot pisang dari instalasi seni mahal itu kemudian memakannya di depan mata para pecinta seni dalam pameran seni Art Basel, di Kota Miami, seperti dilansir oleh situs NYTimes.

Instalasi seni tersebut merupakan salah satu karya seni yang menyita banyak perhatian pengunjung di Art Basel yang berlangsung pada Desember tahun ini. Hari kedua hingga terakhir pameran seni ini dihelat, stand seni milik Galeri Perrotin banyak dikunjungi oleh pengunjung Art Basel yang ingin melihat secara langsung instalasi karya Cattelan ini.

Sebelumnya diketahui bahwa tiga orang pembeli telah membayar antara Rp1,68 Miliar hingga Rp2,01 Miliar untuk edisi terbatas instalasi pisang yang berjudul "Komedian" itu.

Namun pada hari Sabtu (7/12) kemarin, tepatnya sebelum pukul 14:00 waktu setempat, seorang seniman bernama David Datuna, yang diketahui berbasis di Kota New York, memakan pisang yang ditempel di dinding itu dengan lahap, ia bahkan mengunggah aksi tersebut dalam video Instagram-nya. Sembari menyeringai dan mengangkat pisang yang setengah ia makan, Datuna menyatakan bahwa pisang itu sangat lezat.

Dalam postingan di Instagram miliknya, ia menulis, "Hungry Artist: Pertunjukan seni oleh saya. Saya suka karya Maurizio Cattelan. Ini sangat lezat."

Dalam video lain yang diposting di media sosial Twitter, terlihat Datuna dikawal keluar dari ruang Galerie Perrotin oleh sejumlah petugas yang membuat para pengunjung bingung dan terpana menyaksikan kejadian itu.

Pihak Galerie Perrotin segera memberikan klarifikasi mewakili Maurizio Cattelan, mereka mengatakan bahwa pihak galeri tidak akan mengambil tindakan terhadap aksi yang dilakukan oleh David Datuna. "Semuanya yang terjadi adalah hal yang baik," terang pihak Galerie Perrotin. "Perrotin tidak akan mengambil tindakan hukum apa pun," tambahnya.

Pihak galeri kemudian mengganti pisang yang telah hilang dalam instalasi tersebut dengan pisang lainnya, dan mengklarifikasi bahwa karya seni tersebut tidak rusak, dan pisang yang terpasang dalam instalasi tersebut hanyalah sebuah "ide" yang hadir secara orisinil milik seorang seniman.

Karya seni ini awalnya dipuji oleh Perrotin sebagai "simbol perdagangan global, makna ganda, serta perangkat klasik untuk humor".

Kejadian kontroversial lain yang melibatkan karya Cattelan tidak hanya menimpa instalasi pisang ini. Pada September lalu, toilet emas 18 karat karya Cattelan yang berjudul “Amerika” juga dicuri dari event pameran seni yang dihelat di Istana Blenheim Inggris.

Banyak pengamat menilai bahwa kejadian 'perusakan karya seni' yang dialami oleh Cattelan sama dengan kejadian 'perusakan' lukisan senilai 1 juta poundsterling oleh seniman Inggris, Banksy, di London pada tahun 2018.

Sebelumnya karya seni Comedian ini juga telah memicu sebuah diskusi panjang, karena beberapa seniman mempertanyakan apakah karya instalasi tersebut benar-benar seni atau bukan.

Instalasi pisang -yang pisangnya dibeli Cattelan di pasar lokal-- itu juga sempat diperbandingkan dengan karya-karya kontroversial lain seperti Air Seni, Marcel Duchamp dan Penyedot Debu dari Jeff Koons. (M-2)

 

BERITA TERKAIT