09 December 2019, 21:40 WIB

DPRD Minta Anggaran Alat Bantu Penunjang Fisik Disabilitas Naik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
 ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Kursi roda dan alat bantu penyandang disabilitas.

KOMISI E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah menyampaikan pagu anggaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) sebesar Rp17,5 triliun.

Yang menarik, dalam pembahasan rapat RAPBD, Sabtu (7/12) lalu, Komisi E meminta Dinas Sosial DKI untuk menganggarkan lebih kegiatan belanja alat bantu penunjang fisik disabilitas.

"Kalau memang masih ada dana yang sekiranya tidak efektif atau tidak mendesak, maka kita geser dana itu untuk menunjang alat fisik disabilitas,” ujar Ketua Komisi E DPRD DKI, Iman Satria, dari keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (9/12).

Diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial DKI menganggarkan Rp972,6 juta untuk kegiatan belanja alat bantu penunjang fisik disabilitas, dengan rincian pengadaan sebanyak 215 unit hearing aid, 23 low vision, dan 23 kaki palsu.


Baca juga: Jaksa dan Pelajar Deklarasi Antikorupsi di Depok


Iman mengatakan, jumlah tersebut masih sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan disabilitas.

"Kami rasa jumlah segitu sangat kecil ya, jadi nanti kita usahakan untuk pergeseran dana," tandas Iman.

Selain itu, Komisi E juga sepakati anggaran pengadaan tenda untuk para pengungsi yang terdampak bencana di Jakarta.

Komisi E hanya menyepakati anggaran pengadaan tenda untuk 30 unit saja dengan harga per unit Rp16 juta yang diajukan oleh Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI. (OL-1)

 

 

BERITA TERKAIT