10 December 2019, 00:20 WIB

Gunung Berapi di Selandia Baru Meletus


AFP/Al Jazeera/Hym/I-1 | Internasional

KORBAN tewas akibat letusan gunung berapi Pulau Putih yang populer di Selandia Baru telah meningkat menjadi lima orang dan banyak lainnya terluka.

“Mereka ialah lima dari yang diselamatkan dari pulau pada hari sebelumnya,” kata wakil komisioner John Tims kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa 18 orang lainnya sedang dirawat karena cedera, termasuk beberapa dengan luka bakar parah.

Dia mengatakan tidak ada kontak dengan kelompok lain yang sedikitnya 10 orang yang tetap di pulau itu setelah letusan. “Kami tidak yakin dengan kesejahteraan mereka,” jelas Tims.

Gumpalan asap putih dan puing-puing membubung ke udara. Rekaman video menunjukkan beberapa pe­ngunjung terjebak di kawah. Operasi penyelamatan ditangguhkan sampai kondisi­nya aman.

Michael Schade, seorang manajer teknik dari San Francisco, merupakan salah satu turis yang berhasil keluar dari pulau beberapa menit sebelum letusan.

Dia mengunggah rekaman dramatis terkait ledakan dari kapal tempat dia berada, dengan asap pertama menutupi bagian atas kawah dan kemudian seluruh pulau. “Ini sangat sulit dipercaya,” kata Schade.

“Seluruh grup wisata kami benar-benar berdiri di tepi kawah utama hanya 30 menit sebelumnya,” imbuhnya.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan ada sejumlah orang yang tidak terhitung setelah letusan, yang terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

“Sejumlah orang dilaporkan terluka dan sekarang dievakuasi ke pantai,” kata Ardern. “Ini tampaknya menjadi masalah yang sangat signifikan... terutama skala orang yang terkena dampak pada tahap ini.”

Menurut GNS Science, letus­an melontarkan abu setinggi sekitar 3.658 meter, tetapi tidak ada tanda-tanda eskalasi saat ini.

Kepolisian Selandia Baru meperkirakan ada 50 orang di pulau itu pada saat letusan dan 23 telah diselamatkan. “Sejumlah orang yang diyakini berada di pulau itu tidak ditemukan,” kata polisi.
Sekitar 70% gunung berapi tersebut berada di bawah laut dan setidaknya 10 ribu wisatawan melihatnya setiap tahun.

Pada Agustus 2018, Angkatan Pertahanan Selandia Baru menerbangkan sebuah kontainer pengiriman seberat 2,4 ton ke pulau itu untuk tempat berlindung darurat jika terjadi letusan.

“Letusan yang tiba-tiba dan tidak diketahui dari gunung berapi seperti Pulau Putih dapat diperkirakan kapan saja,” kata ahli vulkanologi Universitas Auckland Shane Cronin.(AFP/Al Jazeera/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT