09 December 2019, 17:46 WIB

Penumpang Pesawat Natal dan Tahun Baru Alami Penurunan


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi

KEPALA Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Sugihardjo menyampaikan penyebab turunnya jumlah penumpang pesawat terbang untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019-2020. Penurunan hingga 8% ini berdasarkan amatannya disebabkan 2 faktor, yakni harga tiket dan perbaikan infrastruktur jalan.

"Kalau dalam negeri penurunan penumpang pesawat ini karena ada faktor harga tiket juga karena membaiknya infrastruktur jalan. Penumpang jadi beralih ke moda transportasi darat," jelas Sugihardjo,Senin (9/12).

Lebih lanjut Sugihardjo memaparkan hasil survei yang dilakukan Dirjen Penelitian dan Pengembangan Kemenhub yang memperlihatkan angka tertinggi yakni, moda transportasi darat untuk Nataru ini. Angka ini sebagai implikasi adanya perbaikan infrastruktur jalan.

Data yang dipaparkan Sugihardjo menyebutkan sebanyak 60% masyarakat menggunakan moda transportasi jalan. Berikutnya transportasi udara sebesar 24%, dan pengguna moda kereta sebanyak 15 %. Sementara itu untuk transportasi laut hanya mencapai 1%.

"Jadi penggunaan jalan tol sebanyak 69% ke arah Jawa. Lalu yang gunakan Tol Trans Jawa 25% terus hingga ke Yogjakarta dan Semarang. Jadi meningkat di situ. Penggunana bus juga meningkat di samping kereta api," tambahnya.

Sementara itu perihal harga tiket, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana mendengar adanya diskon avtur sebesar 20% dari Pertamina di beberapa bandara selama Nataru ini. Dirinya berharap diskon ini bisa berdampak pula pada penurunan harga tiket pesawat.

"Di dalam berita-berita sudah disampaikan akan ada diskon atau insentif juga ada penurunan harga avtur di Pertamina pada bandara tertentu. Mudah-mudahan saya berharap ini akan berdampak pada penurunan harga tiket," harap Polana.(OL-4)

BERITA TERKAIT