09 December 2019, 17:14 WIB

Pimpinan KPK Terpilih Ingin Hakordia Tidak Rutin Digelar


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

KOMISIONER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Periode 2019-2023 Lili Pintauli Siregar berharap di tahun-tahun selanjutnya tidak ada lagi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Karena beberapa negara sudah tidak memperingati.

"Harapannya tidak ada lagi peringatan Harkodia tahun-tahun berikutnya. Paling tidak Mudah-mudahan korupsi akan diminimalisir ya, tapi itu pasti ada banyak elemen bangsa yang harus berperan. Tidak bisa dengan KPK saja. Intinya sih apakah boleh 3 tahun ke depan. Jadi tidak tiap tahun diperingati," Kata Lili usai acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Kemungkinan hilangnya Hakordia 2 atau 3 tahun berikutnya di kepemimpinan selanjutnya akan diganti dengan kampanye pencegahan korupsi kepada masyarakat. Dengan masa percobaan 2 tahun sekali peringatan.

"Paling tidak program kita coba lakukan lalu bolehkah ke depannya mungkin 2 tahun sekali ya. Tadi kita juga sudah diskusi juga dengan teman, kolega ada Pak Alex juga. Jadi mungkin kita langsung kampanyekan di lapangan. Jadi tidak perlu di gedung berbicara apa gitu. Apa bentuk lain dengan cara konkrit deh. kalau bisa tidak tahun depan 2 atau 3 tahun lagi," Ungkapnya.

Baca juga: Hari Anti Korupsi Sedunia, Kali ini Jokowi Tidak Bersama KPK

Aksi konkret yang dimaksud Lili ialah untuk menaikkan target Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dengan skor 38. Untuk itu KPK akan selalu bekerjasama dengan instansi/lembaga, kementerian, dan masyarakat.

"Kita belum rapat ini kan. Saya tidak bisa menyampaikan. Kalau sudah rapat mungkin target-target ada yang disampaikan oleh pimpinan. Tentunya, Kalau sekarang belum. Teman-teman habis acara pada hilang tinggal saya sendiri. Ya, saya belum banyak komentar," Tandasnya.

Lili juga mengungkapkan bahwa di kepemimpinan selanjutnya akan memprioritaskan kasus korupsi untuk diselesaikan dahulu. Sayangnya dirinya tak mengungkapkan kasus-kasus yang dimaksud.

"Pasti dipimpinan akan dilihat mana yang prioritas. Karena kan kami akan ada induksi dari sebelum pelantikan. Jadi kita akan mulai belajar dengan berbagai hal disini penyesuaian," Tutupnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT